IDETORIAL.com, Jakarta – Museum didorong mengambil peran yang lebih strategis dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Untuk itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Indonesia bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meluncurkan inisiatif Mainstreaming SDGs in Museums di Balai Kota Jakarta, Rabu, 15 Juli 2026.
Program yang digelar bekerja sama dengan MUSEE ID, Asosiasi Museum Indonesia (AMI) DKI Jakarta, serta sejumlah mitra museum ini bertujuan memperkuat kapasitas museum dalam mengintegrasikan nilai-nilai SDGs ke dalam pameran, program edukasi, hingga kegiatan pelibatan masyarakat.
Melalui rangkaian lokakarya, berbagai badan PBB akan berbagi pengalaman dan praktik terbaik untuk membantu museum menerjemahkan isu-isu pembangunan berkelanjutan menjadi materi edukasi yang mudah dipahami publik melalui pendekatan warisan budaya dan kearifan lokal Indonesia.
Direktur United Nations Information Centre (UNIC) Jakarta, Miklos Gaspar, mengatakan museum memiliki peran penting dalam membantu masyarakat memahami berbagai tantangan global sekaligus mendorong aksi bersama menuju pembangunan berkelanjutan.
“Sepuluh tahun setelah diadopsinya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, dunia menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Dalam situasi seperti ini, museum memiliki peran yang semakin penting—bukan hanya dalam melestarikan warisan bersama, tetapi juga membantu masyarakat memahami tantangan global saat ini, mendorong dialog, dan menginspirasi aksi bersama demi manusia dan bumi,” ujarnya.
Menurut Miklos, museum-museum di Indonesia menyimpan berbagai kisah tentang ketangguhan, keberagaman, inovasi, dan kehidupan yang harmonis. Dengan menghubungkan kisah-kisah tersebut dengan SDGs, museum dapat membuat isu pembangunan berkelanjutan menjadi lebih dekat dan relevan bagi masyarakat.
Inisiatif tersebut merupakan kelanjutan dari pembentukan SDG Corner pertama di Indonesia yang berada di Museum Bahari Jakarta. Program hasil kolaborasi PBB dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta itu kini diharapkan dapat diperluas ke lebih banyak museum di ibu kota hingga daerah lain di Indonesia.
Ketua AMI DKI Jakarta, Yiyok T. Herlambang, mengatakan keberhasilan SDG Corner di Museum Bahari menunjukkan bahwa museum mampu menjadi ruang pembelajaran publik mengenai pembangunan berkelanjutan.
“SDG Corner di Museum Bahari telah menunjukkan bahwa museum dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk belajar tentang pembangunan berkelanjutan dan peran mereka dalam mewujudkannya. Melalui inisiatif ini, kami berharap semakin banyak museum di Jakarta yang mengintegrasikan SDGs ke dalam program-programnya,” katanya.
Hal senada disampaikan Kepala Unit Pengelola Museum Kebaharian Jakarta, Mis’ari. Ia menilai SDG Corner telah membuktikan bahwa isu-isu global dapat dikomunikasikan kepada masyarakat melalui pendekatan yang lebih dekat dan kontekstual.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Nofa Farida Lestari, berharap semakin banyak museum di Indonesia menjadikan SDGs sebagai bagian dari misi pendidikan dan pelayanan publik.
Menurutnya, koleksi dan narasi museum dapat menjadi media efektif untuk memperkenalkan nilai-nilai seperti kepedulian terhadap lingkungan, kesetaraan, gotong royong, ketangguhan, dan hidup berdampingan secara damai yang telah lama menjadi bagian dari budaya Indonesia.
Program Mainstreaming SDGs in Museums juga menjadi bagian dari kampanye global PBB bertajuk “5 Years For”, yang menandai lima tahun terakhir menuju target pencapaian Agenda 2030. Kampanye tersebut bertujuan mendekatkan SDGs kepada masyarakat melalui cerita, edukasi, dan aksi nyata.
Melalui kolaborasi jangka panjang ini, museum diharapkan tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat pelestarian sejarah, tetapi juga berkembang menjadi pusat pembelajaran, dialog publik, dan penggerak kesadaran masyarakat dalam mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. (Lid)