IDETORIAL.com, Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bersama Korea International Cooperation Agency (KOICA) dan United Nations Population Fund (UNFPA) meluncurkan proyek Strengthening Professional Education and Enhanced Policy Framework for Midwifery Development in Indonesia (SPEED), sebagai upaya memperkuat kualitas pendidikan kebidanan dan menekan angka kematian ibu (AKI) di Indonesia.
Peluncuran proyek tersebut dilakukan di Jakarta, Kamis, 9 Juli 2026, menyusul penurunan AKI berdasarkan Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025, menjadi 144 kematian per 100.000 kelahiran hidup, turun dari 189 per 100.000 kelahiran hidup pada Sensus Penduduk 2020.
Meski mengalami penurunan, angka tersebut masih menunjukkan bahwa setiap satu hingga dua jam seorang ibu di Indonesia meninggal akibat komplikasi kehamilan, persalinan, atau masa nifas.
Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) Kementerian Kesehatan, Yuli Farianti, mengatakan pemerintah menargetkan angka kematian ibu turun hingga di bawah 77 per 100.000 kelahiran hidup pada 2029. Menurutnya, penguatan kompetensi bidan menjadi salah satu kunci untuk mencapai target tersebut.
“Investasi pada pendidikan bidan merupakan investasi bagi masa depan bangsa. Bidan yang kompeten akan berkontribusi langsung dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi sekaligus memperkuat sistem kesehatan Indonesia,” ujarnya.
Melalui proyek SPEED, pemerintah akan mereformasi sistem pendidikan pra-jabatan di 12 Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan agar memenuhi standar internasional yang ditetapkan International Confederation of Midwives (ICM). Selain itu, proyek ini juga membangun platform digital nasional untuk Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) bagi para bidan.
Program tersebut akan memperkuat kapasitas 12 Poltekkes sebagai pusat rujukan pendidikan kebidanan nasional. Para mahasiswa dan tenaga pengajar akan dibekali kompetensi penanganan kegawatdaruratan obstetri dan bayi baru lahir (PONEK), termasuk kemampuan menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Kepala Perwakilan UNFPA di Indonesia, Hassan Mohtashami, menilai peningkatan kualitas pelayanan kebidanan menjadi langkah penting dalam menurunkan angka kematian ibu. Menurutnya, bidan merupakan garda terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi ibu hamil dan persalinan.
“Dengan menstandarkan pendidikan kebidanan dan membangun ekosistem digital untuk pengembangan profesional, kami ingin memastikan setiap ibu memperoleh pelayanan yang aman dan berkualitas,” katanya.
Sementara itu, Country Director KOICA Indonesia Office, Kim Hyo Jin, mengatakan proyek SPEED menjadi bentuk dukungan Korea Selatan terhadap penguatan sistem kesehatan ibu di Indonesia. Ia berharap kolaborasi tersebut dapat menciptakan fondasi yang berkelanjutan bagi pelayanan kehamilan dan persalinan yang lebih aman.
Proyek SPEED akan berlangsung hingga 2030 dengan sasaran sekitar 8.280 mahasiswa dan instruktur kebidanan di 12 Poltekkes Kemenkes. Program ini diharapkan memberi dampak tidak langsung bagi jutaan keluarga di Pulau Jawa, Sumatra, dan Sulawesi melalui peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi. (lid)