IDETORIAL,com, Kupang – Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang komit perkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi Politeknik Pertanian Negeri (Politani), sebagai mitra strategis dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang berbasis riset dan inovasi.
“Mari kita bersinergi bersama untuk membangun kota ini. Kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi akan menghasilkan kebijakan yang lebih tepat sasaran dan berdampak bagi masyarakat,” kata Wali Kota Kupang, Chris Widodo, saat menerima audiensi jajaran pimpinan Politani, Selasa, 15 Juli 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan 1st International Conference Politani Kupang yang dijadwalkan berlangsung pada 26–27 November 2026. Ia bahkan menyatakan kesediaannya menjadi keynote speaker pada forum ilmiah internasional tersebut.
Direktur Politani Kupang, Johanis A. Jermias menjelaskan bahwa, seminar nasional yang telah memasuki penyelenggaraan ke-9 tahun ini, ditingkatkan menjadi konferensi internasional dengan tema “Sustainable Green and Socio-Agricultural Technology” berbasis pendekatan One Health.
Konsep tersebut menekankan keterkaitan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan sebagai strategi menghadapi perubahan iklim, sekaligus mewujudkan pembangunan berkelanjutan.
Konferensi tersebut akan menghadirkan akademisi dan peneliti dari sejumlah perguruan tinggi dunia, di antaranya Van Hall Larenstein University (Belanda), Jiangsu Agriculture and Animal Husbandry Vocational College (Tiongkok), National University of Singapore (NUS), Monash University (Australia), serta Universidade Nacional Timor Lorosa’e (UNTL), Timor-Leste.
Kabid Pengabdian kepada Masyarakat P3M Politani, Roosna Adjam, mengatakan pihaknya secara khusus mengundang Wali Kota Kupang sebagai keynote speaker karena latar belakangnya sebagai dokter sekaligus kepala daerah.
“Mengingat latar belakang Pak Wali yang merupakan seorang dokter sekaligus pembuat kebijakan, kehadiran Bapak sangat kami harapkan untuk berbagi perspektif strategis mengenai implementasi One Health, yang kini menjadi isu global penting dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim,” katanya.
Menanggapi undangan tersebut, Wali Kota Kupang memastikan Pemkot tidak hanya mendukung secara moral, tetapi juga akan membantu kebutuhan operasional penyelenggaraan konferensi.
Pemkot akan memfasilitasi armada transportasi, termasuk bus dan HiAce VIP untuk mobilisasi tamu internasional, serta mengikutsertakan perangkat daerah dalam sesi-sesi paralel sebagai bentuk kolaborasi antara pemerintah dan kalangan akademisi.
Selain membahas konferensi internasional, pertemuan juga membicarakan peluang kerja sama di bidang ketahanan pangan, pertanian perkotaan, pengabdian kepada masyarakat, hingga pengembangan sumber daya manusia.
“Prinsipnya, kepentingan pendidikan dan pelayanan kepada masyarakat harus tetap menjadi prioritas. Pemerintah akan mengedepankan koordinasi dan penyelesaian sesuai koridor hukum agar semua pihak memperoleh kepastian dan aktivitas akademik tidak terganggu,” tegasnya.
Sinergi antara Pemerintah Kota Kupang dan Politani terus diperkuat agar hasil riset, inovasi, dan pengabdian akademik dapat menjadi dasar lahirnya kebijakan pembangunan yang lebih inovatif, inklusif, dan berkelanjutan. (*)