IDETORIAL.com, Kupang – Festival Budaya Tode Kisar menjadi bentuk keberagaman, yang tidak hanya menjadi identitas Kota Kupang, tetapi juga kekuatan yang mampu mempererat persatuan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.
Selama tiga hari pelaksanaan, sejak tanggal 13-15 Juli 2026, festival yang digelar di Pantai Ketapang I, Kelurahan Tode Kisar, Kecamatan Kota Lama, berhasil menghadirkan perpaduan seni, budaya, dan aktivitas ekonomi kreatif dalam satu ruang kebersamaan.
Wali Kota Kupang, Chris Widodo, menilai penyelenggaraan Festival Budaya Tode Kisar menjadi bukti bahwa perbedaan suku, agama, dan budaya dapat menjadi modal sosial yang memperkuat harmoni kehidupan masyarakat.
Menurutnya, festival budaya bukan sekadar agenda hiburan, melainkan wadah untuk menjaga identitas budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Harmoni bukan berarti semua harus sama, tetapi bagaimana kita hidup dalam keseimbangan di tengah perbedaan. Seperti benang-benang dengan warna yang berbeda yang dirangkai menjadi selembar kain tenun yang indah, demikian pula Kota Kupang. Keberagaman adalah kekuatan yang memperindah kota ini,” kata Christian.
Ia mengatakan budaya harus dipandang sebagai investasi jangka panjang yang perlu terus dirawat. Selain menjadi warisan leluhur, budaya juga merupakan tanggung jawab bersama agar tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
“Budaya bukan hanya warisan dari leluhur, tetapi juga pinjaman dari anak cucu kita. Karena itu, kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan melestarikannya agar tetap hidup dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang,” ujarnya.
Menurut Chris, Festival Budaya Tode Kisar telah menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Selain memperkuat kebersamaan di tengah keberagaman, festival juga memberikan ruang promosi bagi produk UMKM, sehingga budaya mampu menjadi salah satu penggerak ekonomi kreatif di Kota Kupang.
Ketua Panitia Festival, Yeri Mesak, mengatakan Festival Budaya Multi Etnis Kelurahan Tode Kisar bertujuan meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap seni dan budaya, memperkuat persatuan, serta mendorong kreativitas warga melalui berbagai pertunjukan budaya dan partisipasi komunitas.
“Festival yang berlangsung selama 3 hari ini, menampilkan beragam kegiatan, mulai dari fashion show, tarian tradisional, lomba vokal, karnaval budaya, hingga panggung hiburan yang melibatkan anak-anak, pelajar, pemuda, dan masyarakat umum,”terang Yeri
Selan itu, kehadiran puluhan pelaku UMKM, turut memberi warna tersendiri dengan menawarkan aneka kuliner dan produk lokal kepada pengunjung.
Melalui penyelenggaraan festival tersebut, Pemerintah Kota Kupang berharap budaya tidak hanya menjadi simbol keberagaman, tetapi juga menjadi fondasi pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat.
Festival Budaya Tode Kisar pun diharapkan terus berkembang, sebagai agenda tahunan yang memperkuat identitas Kota Kupang, sebagai kota yang menjunjung tinggi toleransi, kebersamaan, dan ekonomi kreatif berbasis budaya.(lid)