IDETORIAL.com, Kupang – Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) akan menggelar Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) perdana yang melibatkan peserta dari 57 klasis se-Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada 6–9 Oktober 2026 di GMIT Center, Kota Kupang, diperkirakan diikuti lebih dari 1.000 penyanyi di lingkungan Sinode GMIT.
Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Samuel Pandie, mengatakan penyelenggaraan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas musik dan nyanyian gereja, sekaligus menjadi wadah pembinaan serta pencarian talenta baru di kalangan jemaat.
“Gereja sangat menyadari bahwa gereja hidup karena nyanyian. Nyanyian merupakan ciri khas gereja,” kata Samuel Pandie saat konferensi pers di Kupang, Selasa, 14 Juli 2026.
Ia berharap, seluruh klasis dapat berpartisipasi sehingga kegiatan ini menjadi momentum memperkuat pelayanan gereja melalui musik. Menurutnya, pembinaan musik gerejawi merupakan bagian penting dari panggilan gereja dalam melayani umat.
Samuel juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang yang telah memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Ketua Umum Panitia Pesparawi GMIT, Jefri Pelt, turut mengatakan, ajang musik gerejawi perdana ini nantinya mempertandingkan dua kategori, yakni Kategori Campuran dengan tiga lagu yang harus dibawakan peserta dan Kategori Etnis Rohani yang menampilkan lagu-lagu rohani dalam bahasa daerah.
Salah satu lagu wajib pada kategori campuran adalah “Allah yang Setia”, ciptaan Pdt. Samuel Pandie. Sementara itu, proses penilaian akan dilakukan oleh dewan juri yang berasal dari Pesparawi Nasional, sehingga kualitas penjurian mengacu pada standar nasional.
Jeffry mengatakan pendaftaran peserta telah dibuka secara daring dan tautan pendaftaran telah didistribusikan kepada seluruh klasis.
Panitia juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kota Kupang, serta Polres Kupang Kota guna mendukung kelancaran penyelenggaraan, termasuk pengamanan dan rekayasa lalu lintas selama kegiatan berlangsung.
Dengan melibatkan puluhan klasis dan ribuan penyanyi, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum pembinaan musik gerejawi, sekaligus mempererat persekutuan jemaat GMIT di seluruh Nusa Tenggara Timur. (Lid)