GULIR UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026. Capaian ini sekaligus membawa insentif fiskal sebesar Rp1 miliar bagi pemerintah kota Kupang

Kota Kupang Raih Penghargaan Layanan Kesehatan, Dapat Insentif Fiskal Rp1 Miliar

IDETORIAL.com, Kupang – Kinerja layanan kesehatan Kota Kupang mendapat pengakuan nasional. Pemerintah Kota Kupang meraih Terbaik III kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan tingkat kota dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026. Capaian ini sekaligus membawa insentif fiskal sebesar Rp1 miliar bagi pemerintah daerah.

Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas upaya pemerintah daerah dalam memperluas akses sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Penghargaan diserahkan dalam acara Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 yang digelar Kementerian Dalam Negeri RI.

Pada kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan tingkat kota, Kota Bima meraih Terbaik I, Kota Mataram Terbaik II, dan Kota Kupang Terbaik III. Sementara di tingkat provinsi, Nusa Tenggara Timur meraih Terbaik I dan Maluku Utara Terbaik II.

Penilaian kategori ini mencakup sejumlah aspek pelayanan dasar kesehatan, antara lain akses masyarakat terhadap layanan kesehatan, kepesertaan JKN, sanitasi layak, ketersediaan fasilitas kesehatan sesuai standar, pemeriksaan kesehatan gratis, serta inovasi daerah dalam menghadirkan pelayanan yang inklusif dan berdampak.

Kontingen Garuda Raih Medali PBB di Afrika Tengah

Dengan indikator tersebut, capaian Kota Kupang tidak semata diukur dari keberadaan fasilitas kesehatan, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat memperoleh akses terhadap pelayanan yang dibutuhkan.

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengatakan kesehatan merupakan salah satu standar pelayanan minimal yang menjadi kewajiban pemerintah daerah.

Menurut Tito, penilaian dilakukan secara objektif dengan melibatkan kementerian terkait. Karena itu, apresiasi tersebut diharapkan menjadi pemacu bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, hadir langsung menerima penghargaan tersebut mengatakan, capaian yang diterima tidak boleh berhenti sebagai penghargaan administratif. Menurut dia, pengakuan tersebut justru menjadi dorongan untuk memperkuat pelayanan kesehatan di Kota Kupang.

“Penghargaan ini bukan sekadar trofi. Lebih dari itu, ini adalah dorongan bagi kami untuk memastikan pelayanan kesehatan semakin dekat dengan masyarakat dan terus berkembang sesuai kebutuhan warga,” ujarnya.

Lomba Kebersihan Antarkelurahan di Kota Kupang, Dorong Partisipasi Warga Jaga Lingkungan

Christian mengatakan keberhasilan pelayanan kesehatan pada akhirnya harus dilihat dari dampaknya terhadap masyarakat.

“Pelayanan kesehatan pada akhirnya bukan hanya tentang berapa banyak fasilitas yang dibangun, tetapi tentang seberapa banyak masyarakat yang merasa dilayani, terlindungi dan tidak ditinggalkan,” katanya.

Ia menegaskan, insentif fiskal Rp1 miliar yang diperoleh Kota Kupang harus menjadi bagian dari upaya memperkuat pelayanan kepada masyarakat. Capaian tersebut sekaligus menambah tanggung jawab pemerintah daerah untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas layanan.

“Kalau hari ini kita mendapat penghargaan, besok pekerjaan kita justru semakin besar. Karena penghargaan ini harus kembali kepada masyarakat dalam bentuk pelayanan yang lebih baik,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, Retnowati, saat diwawancarai, Jumat, 18 September 2026 mengatakan, penghargaan tersebut menjadi bukti kerja nyata pemerintah daerah bersama jajaran kesehatan dalam meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan.

PKK Kota Kupang Jangan Berhenti di Atas Kertas, Program Harus Terasa di Warga

“Penghargaan ini menjadi bukti bahwa berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Kupang bersama seluruh jajaran kesehatan, dalam meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan mulai memberikan hasil. Ini bukan sekadar penghargaan, tetapi menjadi bukti kerja nyata di bidang kesehatan,” ujar Retnowati.

Menurut Retnowati, capaian tersebut menjadi motivasi bagi jajaran kesehatan untuk terus melakukan pembenahan dan memastikan pelayanan semakin mudah dijangkau masyarakat.

“Penghargaan ini tentu menjadi motivasi bagi kami untuk tidak cepat berpuas diri. Justru ini menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan memastikan masyarakat Kota Kupang mendapatkan pelayanan kesehatan yang semakin baik,” katanya.

Retnowati menegaskan, keberhasilan pembangunan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh jumlah fasilitas atau program yang dimiliki pemerintah, tetapi juga sejauh mana masyarakat merasakan manfaatnya.

“Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat merasakan langsung manfaat dari pelayanan kesehatan yang diberikan. Jadi ukuran keberhasilan bukan hanya penghargaan, tetapi sejauh mana akses dan kualitas layanan benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Selain penghargaan di sektor kesehatan, Kota Kupang juga meraih Terbaik II kategori Implementasi Program 3 Juta Rumah tingkat kota. Capaian tersebut memberikan dukungan 250 unit Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk program bedah rumah bagi masyarakat.

(lidia/*)

error: Konten ini dilindungi !!
× Advertisement
× Advertisement