IDETORIAL.com, Jakarta – Erupsi Gunung Anak Krakatau mulai menimbulkan dampak luas. Abu vulkanik menyebar ke sejumlah wilayah hingga mengganggu aktivitas masyarakat dan memaksa enam bandara menghentikan sementara operasional penerbangan demi alasan keselamatan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya tiga kabupaten terdampak sebaran abu vulkanik, yakni Kabupaten Lampung Selatan, Tanggamus dan Pandeglang.
Menghadapi potensi dampak lanjutan, BNPB memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah serta melakukan pemantauan langsung terhadap wilayah yang terdampak. Personel BNPB juga telah dikirim ke sejumlah lokasi untuk memastikan kesiapan pemerintah daerah menghadapi kemungkinan meningkatnya aktivitas vulkanik.
Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto mengatakan koordinasi dilakukan secara intensif bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah terdampak.
“Kami telah melakukan video conference secara intensif untuk mengetahui perkembangan kondisi masyarakat terdampak erupsi,” ujar Suharyanto dalam keterangan pers secara daring, Minggu, 6 September 2026.
BNPB meminta pemerintah daerah memastikan seluruh perangkat kesiapsiagaan berfungsi, mulai dari sirene peringatan dini, tempat evakuasi, rencana kontingensi hingga ketersediaan stok makanan.
Jika kebutuhan di daerah meningkat, pemerintah pusat siap memberikan dukungan.
“Apabila masih dibutuhkan, bantuan dari pemerintah pusat akan kami dorong,” katanya.
Enam Bandara Terdampak
Dampak paling nyata dari sebaran abu vulkanik terlihat pada sektor penerbangan. Material vulkanik dapat membahayakan keselamatan pesawat sehingga otoritas penerbangan mengambil langkah penutupan sementara sejumlah bandara.
Enam bandara yang terdampak adalah Bandara Soekarno-Hatta dan Budiarto di Tangerang, Pondok Cabe di Tangerang Selatan, Halim Perdanakusuma di Jakarta Timur, Raden Inten II di Lampung serta Husein Sastranegara di Bandung.
Kementerian Perhubungan bersama otoritas bandara dan BMKG terus memantau sebaran abu vulkanik. Informasi terkait kondisi penerbangan diperbarui secara berkala.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan keselamatan dan keamanan menjadi prioritas utama.
“Kementerian Perhubungan mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan. Pihak maskapai tidak memaksakan penerbangan apabila kondisi tidak memungkinkan,” ujarnya.
Sementara itu, transportasi laut melalui Selat Sunda masih dapat beroperasi. Namun, otoritas pelabuhan tetap diminta meningkatkan kewaspadaan dan memperbarui informasi mengenai kondisi keamanan pelayaran.
BNPB Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca
BNPB juga menyiapkan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk membantu meluruhkan abu vulkanik yang tersebar di sejumlah wilayah.
Namun, pelaksanaan OMC akan menunggu kondisi yang dinilai cukup aman, terutama karena beberapa bandara masih ditutup akibat paparan abu vulkanik.
Selain penyemaian awan, BNPB menyiapkan teknik water mist yang diharapkan dapat membantu menurunkan hujan di wilayah Jakarta, Banten dan Lampung.
BNPB juga telah mendistribusikan kebutuhan logistik dasar, termasuk masker, kepada masyarakat terdampak.
Warga Diminta Lindungi Pernapasan
Di tengah penyebaran abu vulkanik, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat tidak panik, tetapi tetap menjaga kesehatan.
Abu vulkanik dapat mengganggu saluran pernapasan serta menyebabkan iritasi pada mata dan kulit. Karena itu, masyarakat di wilayah terdampak diminta mengurangi aktivitas di luar rumah.
“Pada wilayah yang terpapar abu vulkanik, untuk menjaga kesehatan pernafasan, lakukan kegiatan di dalam rumah. Apabila beraktivitas di luar rumah, pastikan menggunakan masker,” ujar Budi.
Warga yang harus keluar rumah dianjurkan menggunakan masker dan kacamata serta segera membersihkan diri setelah kembali dari luar.
Kementerian Kesehatan juga telah meminta puskesmas di daerah terdampak meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan gangguan kesehatan. Pos komando kesehatan atau Health Emergency Operation Centre (HEOC) dapat diaktifkan apabila situasi membutuhkan.
Status Anak Krakatau Masih Siaga
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan aktivitas Gunung Anak Krakatau masih tinggi. Status aktivitas vulkanik berada pada Level III atau Siaga.
PVMBG terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap dinamika aktivitas gunung api. Zona aman ditetapkan berada di luar radius tiga kilometer dari kawah berdasarkan sejumlah indikator aktivitas vulkanik.
BNPB mengimbau masyarakat tetap tenang, waspada dan mengikuti arahan pemerintah. Warga juga diminta tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi karena disinformasi mengenai erupsi berpotensi memicu kepanikan.
Informasi resmi mengenai perkembangan Gunung Anak Krakatau dapat diakses melalui BNPB, PVMBG, BMKG dan BPBD setempat.
(Lid)