GULIR UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Tim Indonesia dari UGM sebagai salah satu peserta terpilih dari Fellowship Programme for Drop Tower Experiment Series (DropTES). (Credit: UNOOSA)

UGM Wakili Indonesia dalam Riset Mikrogravitasi PBB di Jerman

IDETORIAL.com, Wiena — Universitas Gadjah Mada (UGM) membawa nama Indonesia ke program penelitian antariksa Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Tim UGM terpilih mengikuti program Fellowship Programme for Drop Tower Experiment Series (DropTES) dan akan melakukan eksperimen mikrogravitasi di Jerman.

Dalam rilis tertulis, Selasa, 15 September 2026, program tersebut diselenggarakan Kantor PBB untuk Urusan Luar Angkasa (UNOOSA) bersama Center of Applied Space Technology and Microgravity (ZARM) Universitas Bremen, dengan dukungan German Aerospace Center (DLR).

Dalam program ini, tim UGM akan meneliti perilaku pasir silika yang memiliki sedikit kandungan air ketika mengalami getaran terkendali dalam kondisi mikrogravitasi.

Penelitian tersebut dinilai memiliki relevansi dengan kebutuhan eksplorasi luar angkasa di masa depan. Data yang diperoleh diharapkan dapat mendukung pengembangan teknologi untuk misi ke Bulan dan wilayah luar angkasa lainnya, termasuk sistem penggalian berbasis robot, penanganan sampel, serta teknologi pemindahan material.

Kementerian Kehutanan dan FAO Luncurkan MERANTI

Tim UGM akan menjalankan eksperimen menggunakan Bremen Drop Tower dan GraviTower Bremen Pro, dua fasilitas penelitian milik ZARM yang menyediakan kondisi mikrogravitasi untuk eksperimen di permukaan Bumi.

Program DropTES merupakan bagian dari inisiatif Access to Space for All yang digagas UNOOSA. Program ini bertujuan memperluas akses terhadap fasilitas penelitian antariksa sekaligus meningkatkan kemampuan ilmiah dan teknis negara-negara yang tengah mengembangkan kapasitas di bidang keantariksaan.

Sejak diluncurkan pada 2014, DropTES telah memberikan kesempatan kepada tim peneliti dari berbagai negara untuk melakukan eksperimen mikrogravitasi. Program tersebut sebelumnya telah melibatkan tim dari Bolivia, Kolombia, Kosta Rika, Italia, Yordania, Polandia, Rumania, dan Venezuela.

Direktur UNOOSA Aarti Holla-Maini menyambut terpilihnya tim dari Indonesia. Menurutnya, program seperti DropTES dapat membuka akses bagi talenta ilmiah dari negara yang sedang mengembangkan kemampuan antariksa untuk menguji gagasan penelitian mereka secara langsung.

“Ada banyak bakat ilmiah, tapi tidak banyak akses terhadap kesempatan. Program-program seperti DropTES membantu menjembatani kesenjangan tersebut,” kata Holla-Maini.

Kota Kupang Raih Adhi Manawa Nugraha Utama

Direktur ZARM Marc Avila juga menyambut tim UGM. Ia menilai penelitian mengenai material granular yang mengandung kelembapan relevan dengan tantangan eksplorasi Bulan dan Mars, khususnya dalam memahami perilaku material di lingkungan mikrogravitasi.

Melalui program ini, mahasiswa mendapat kesempatan untuk merancang, membangun, sekaligus menguji eksperimen mereka sendiri di Bremen Drop Tower, fasilitas yang selama ini banyak digunakan peneliti dan insinyur profesional.

Sementara itu, Direktur Kemahasiswaan UGM Hempri Suyatna mengatakan keikutsertaan dalam DropTES menjadi pengalaman penting bagi mahasiswa UGM untuk terlibat langsung dalam penelitian mikrogravitasi dan eksplorasi antariksa.

UGM berharap pengalaman tersebut dapat mendorong lahirnya penelitian inovatif sekaligus memperkuat kontribusi mahasiswa dan peneliti Indonesia dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi antariksa.

(Lidia)

Survei BI : Penjualan Eceran Kupang Masih Alami Penurunan

error: Konten ini dilindungi !!
× Advertisement
× Advertisement