IDETORIAL.com, Kupang – Penjualan eceran di Kota Kupang diprakirakan mengalami penurunan pada Agustus 2026. Kondisi ini tercermin dari Survei Penjualan Eceran (SPE) Bank Indonesia (BI) yang menunjukkan pertumbuhan penjualan secara tahunan berada di -13,33 persen, turun dibandingkan Juli 2026 yang masih tumbuh 4,93 persen.
Secara bulanan, penjualan eceran juga masih mencatat pertumbuhan negatif. Pada Juli 2026, penjualan turun 11,04 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Untuk Agustus 2026, penurunannya diprakirakan mencapai 4,60 persen.
Meski secara umum penjualan eceran diprakirakan melemah, sejumlah kelompok barang masih menunjukkan pertumbuhan positif.
Kelompok suku cadang dan aksesori diprakirakan tumbuh 27,96 persen secara tahunan pada Agustus 2026. Angka ini lebih rendah dibandingkan pertumbuhan Juli 2026 yang mencapai 37,67 persen.
Pertumbuhan positif juga diprakirakan terjadi pada kelompok perlengkapan rumah tangga lainnya sebesar 15,05 persen, meski melambat dari 31,78 persen pada Juli.
Sementara kelompok barang lainnya berbalik mencatat pertumbuhan positif sebesar 4,09 persen, setelah pada Juli 2026 mengalami kontraksi -6,38 persen.
BI juga mencatat kinerja penjualan eceran pada Juli 2026 secara tahunan mencapai 4,93 persen, turun dari pertumbuhan Juni sebesar 24,05 persen. Penurunan tersebut antara lain dipengaruhi kelompok sandang, barang budaya dan rekreasi, serta kelompok barang lainnya.
Untuk pertumbuhan bulanan, penjualan eceran Juli 2026 tercatat -11,04 persen, setelah pada Juni masih tumbuh 16,27 persen. Penurunan tersebut dipengaruhi antara lain oleh kelompok sandang, kendaraan, serta bahan bakar kendaraan bermotor.
Di sisi harga, BI memperkirakan harga dalam tiga bulan ke depan, yakni Oktober 2026, relatif tetap. Namun, untuk enam bulan ke depan atau Januari 2027, harga diprakirakan menurun.
Survei Penjualan Eceran merupakan survei bulanan BI terhadap pedagang eceran di Kota Kupang. Survei ini digunakan untuk memperoleh gambaran awal mengenai perkembangan konsumsi masyarakat dan aktivitas penjualan ritel.
Dengan demikian, pelemahan penjualan eceran pada Agustus 2026 menunjukkan aktivitas belanja masyarakat di Kota Kupang masih menghadapi tekanan, meski beberapa kelompok barang tetap mampu mencatat pertumbuhan positif.
(Lidia)