IDETORIAL.com, Kupang – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Yan Jimmy Hendrik Simarmata menyebut, kawasan Bali dan Nusa Tenggara mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi secara spasial pada Triwulan I 2026.
Capaian tersebut mencerminkan kuatnya aktivitas ekonomi di kawasan, termasuk di NTT yang mampu mempertahankan tren pertumbuhan positif.
“Secara spasial, pertumbuhan ekonomi tertinggi berada di wilayah Bali dan Nusa Tenggara.”kata Kepala OJK NTT, Yan Jimmy Hendrik Simarmata, dalam Media Briefing, Jumat, 10 Juli 2026.
Data yang dipaparkan, berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi kawasan Bali-Nusra mencapai 7,93 persen (yoy), tertinggi dibandingkan wilayah lain di Indonesia. Pertumbuhan kawasan ini ditopang oleh sektor pertambangan, industri pengolahan, dan pertanian.
Di tingkat provinsi, Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi di Bali-Nusra sebesar 13,64 persen, diikuti NTT sebesar 5,32 persen, sementara Bali tumbuh 5,58 persen.
“Ekonomi NTT tumbuh 5,32persen yoy pada triwulan I-2026, tetapi mengalami kontraksi -4,97persen (q-to-q), dibanding triwulan IV-2025,”tambah Yan Jimmy Hendrik Simarmata.
Meski pertumbuhan ekonomi NTT lebih tinggi dibanding rata-rata nasional, kontribusi perekonomian provinsi ini terhadap total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kawasan Bali-Nusra, masih mencapai 21,93 persen, berada di bawah Bali yang menyumbang 47,60 persen dan NTB sebesar 30,47 persen.
Secara nominal, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) NTT atas dasar harga berlaku (ADHB) pada Triwulan I 2026 tercatat sebesar Rp37,88 triliun, meningkat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp34,43 triliun. Sementara itu, PDRB atas dasar harga konstan (ADHK) mencapai Rp20,42 triliun, naik dari Rp19,39 triliun pada Triwulan I 2025.
Namun demikian, dibandingkan Triwulan IV 2025, aktivitas ekonomi NTT mengalami perlambatan yang tercermin dari kontraksi 4,97 persen (q-to-q). Kondisi tersebut menunjukkan adanya penyesuaian aktivitas ekonomi setelah capaian tinggi pada akhir tahun sebelumnya, meskipun tren pertumbuhan tahunan masih tetap positif.
Paparan OJK menegaskan bahwa secara spasial, kawasan Bali dan Nusa Tenggara menjadi wilayah dengan laju pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia pada Triwulan I 2026, mencerminkan kuatnya pemulihan ekonomi regional, yang didukung oleh sektor-sektor unggulan serta meningkatnya aktivitas ekonomi di masing-masing daerah. (lid)