IDETORIAL.com, Kupang – Owner Hotel Harper Kupang, Hansel Liyanto terpilih sebagai Ketua Badan Pimpinan Daerah (BPD) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 2026-2031.
Hansel ditetapkan melalui Musyawarah Daerah (Musda) IV BPD PHRI NTT yang berlangsung di Kota Kupang, Kamis, 13 Agustus 2026. Dalam proses pemilihan, Hansel menjadi calon tunggal untuk memimpin organisasi yang menaungi pelaku usaha hotel dan restoran di NTT tersebut.
Terpilihnya Hansel menandai dimulainya kepengurusan baru PHRI NTT untuk periode lima tahun ke depan. Ia menggantikan Juvenile Jodjana yang sebelumnya memimpin BPD PHRI NTT periode 2021-2026.
Gubernur NTT, Melki Laka Lena dalam sambutannya menyampaikan, kepemimpinan Hansel diharapkan membawa semangat baru bagi PHRI NTT, terutama dalam memperkuat kolaborasi antara pelaku usaha perhotelan dan restoran dengan pemerintah serta pemangku kepentingan lainnya.
Sektor perhotelan dan restoran memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan pariwisata NTT. Karena itu, kepengurusan baru PHRI NTT diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas layanan, penguatan daya saing usaha, serta pengembangan industri pariwisata daerah.
“PHRI adalah rumah bersama yang berhubungan dengan banyak orang, hotel dan restauran itu bagian dari rangkaian pariwisata yang dampaknya bisa kemana-mana,”ucap Melki.
Ketua Umum BPP PHRI, Hariyadi Sukamdani turut menyampaikan bahwa PHRI itu sektornya selalu masuk 5 besar penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD), khusus di Kota Kupang berdasar data pada tahun 2025, 21 persen dari total PAD merupakan sumbangan dari hotel dan restauran.
“Kami, PHRI memberikan kontribusi riil untuk pendapatan daerah, berbeda dengan bisnis retail dan lain-lain, dan PHRI juga menjadi tulang punggung sektor pariwisata, terus berupaya bagaimana bisa memberikan kontribusi lebih besar,”kata Sukamdani.
Ketua PHRI NTT, Hansel Liyanto, dalam sambutannya turut menyampaikan PHRI harus hadir sebagai rumah besar memperjuangkan kepentingan anggotanya menjadi mitra strategis pemerintah sekaligus mendorong kemajuan pariwisata di daerah, karena industri perhotelan dan restauran selain jadi penyumbang utama ekonomi di NTT, juga menjadi sektor yang mengumpulkan banyak tenaga kerja, petani, nelayan hingga pelaku ekonomi kreatif dan UMKM yang mengantungkan hidupnya dari sektor ini.
Di periode kepengurusan yang baru, PHRI NTT telah mengusung 5 fokus utama yakni memperkuat organisasi, keanggotaan di seluruh kabupaten/kota se-NTT, SDM unggul, meningkatkan kualitas sumber daya melalui pelatihan, sertifikasi dan kolaborasi.
Komitmen keempat, pariwisata NTT yang maju lewat dukungan promosi dan pengembangan pariwisata NTT, dan yang kelima yaitu, kolaborasi yang berdampak dengan pemangku kepentingan untuk bersama- sama membangun pariwisata NTT yang berkelanjutan.
“Selama lima tahun ke depan ada 5 gagasan utama yang akan saya diprioritaskan,”tandas Hansel.
PHRI NTT tetap mengusung semangat kebersamaan bersama pemangku kepentingan sebagai mitra strategis, melalui kolaborasi untuk menciptakan iklim usaha yang semakin baik, menarik lebih banyak investasi, membuka lapangan kerja dan bersama – sama untuk kemajuan NTT yang sejahtera.
(Lid)