IDETORIAL.com, Kupang — Wali Kota Kupang, Chris Widodo, memberikan peringatan tegas kepada 33 lurah yang baru dilantik, agar tidak membiarkan praktik pungutan liar (pungli) terjadi di lingkungan kelurahan.
Peringatan tersebut disampaikan Christian saat melantik 148 pejabat administrator, pejabat pengawas dan pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Kota Kupang, Senin, 10 Agustus 2026 di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang.
Dari 148 pejabat yang dilantik, sebanyak 33 orang dipercaya menduduki jabatan lurah. Pelantikan turut dihadiri Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis, Sekda Kota Kupang Jeffry Pelt, Ketua DPRD Kota Kupang Richard Odja, jajaran asisten, pimpinan OPD serta pimpinan BUMD Kota Kupang.
Christian menegaskan, para lurah memiliki tanggung jawab besar karena menjadi ujung tombak pemerintah dalam memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.
Ia meminta para lurah tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi memastikan seluruh staf di kelurahan bekerja sesuai ketentuan dan memberikan pelayanan tanpa membebani masyarakat dengan pungutan yang tidak dibenarkan.
“Tidak ada pungli-pungli lagi, tertibkan staf di kelurahan. Kalau saya dapat seperti itu, lurahnya yang dapat sanksi,” tegas Christian.
Menurutnya, jabatan yang dipercayakan kepada para pejabat bukan sekadar posisi struktural, tetapi amanah yang harus dibuktikan melalui kinerja dan integritas.
Christian mengingatkan, semakin besar jabatan yang diterima, semakin besar pula tanggung jawab yang harus dijalankan. Ia bahkan menyebut jabatan sebagai ujian bagi integritas seorang aparatur.
“Jabatan akan menguji bapak ibu sekalian, apakah tetap bertahan pada integritas atau kalah di jabatan ini. Jabatan ini tentu diikuti dengan tanggung jawab. Tidak ada jabatan tambah tanggung jawab turun,” ujarnya.
Kepada para lurah, Chris meminta agar momentum pelantikan dijadikan kesempatan untuk menunjukkan kinerja terbaik, terutama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di tingkat kelurahan.
Pelayanan administrasi kependudukan, bantuan sosial dan kebutuhan dasar masyarakat lainnya harus dilakukan dengan pola kerja yang efektif, efisien dan kreatif.
Christian juga meminta para lurah tidak menjadikan keterbatasan anggaran sebagai alasan untuk tidak berinovasi. Menurutnya, efisiensi harus mendorong aparatur memperbaiki cara kerja dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Anggaran terbatas, cara kerjanya yang diperbaiki supaya lebih efisien, bukan mengeluh. Kalau mengeluh terus kita tidak maju-maju. Sumber daya terbatas, kita pakai kolaborasi, ada CSR dan lain-lain,” katanya.
Ia menegaskan, seluruh lurah harus mampu menjadi teladan bagi staf sekaligus memastikan pemerintahan di tingkat kelurahan berjalan bersih, disiplin dan berorientasi pada pelayanan.
“Ingatt motto kita, ‘Memerintah adalah Melayani’,” tegasnya.
Pelantikan 148 pejabat tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat kinerja birokrasi Pemkot Kupang. Khusus di tingkat kelurahan, Christian menempatkan integritas dan pelayanan tanpa pungli sebagai bagian penting dari upaya mewujudkan pemerintahan yang benar-benar hadir melayani masyarakat.
(Lid)