IDETORIAL.com, Kupang — Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, mengapresiasi pelaksanaan Festival Budaya Timor di Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.
Ia menilai festival tersebut menjadi ruang penting untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan budaya Timor, terutama dengan melibatkan anak-anak dalam berbagai pertunjukan.
Apresiasi itu disampaikan Serena saat menghadiri Festival Budaya Timor Liliba, Rabu, 12 Agustus 2026. Ia mengaku terkesan dengan rangkaian penyambutan yang sarat nuansa budaya sejak tiba di lokasi kegiatan.
Penyambutan diawali penampilan drumband yang melibatkan anak-anak SDI Liliba. Setelah itu, Serena disambut secara adat melalui tutur adat lisan Natoni yang dibawakan dengan melibatkan para tokoh adat.
Nuansa budaya semakin terasa ketika sejumlah anak tampil membawakan tarian penyambutan sekaligus melafalkan bahasa Timor. Bagi Serena, keterlibatan anak-anak dalam rangkaian tersebut menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat dimulai sejak usia dini.
“Ini yang betul-betul kita namakan event budaya. Apresiasi sekali kepada seluruh panitia yang sudah bekerja keras,” ujar Serena.
Menurutnya, festival budaya tidak seharusnya hanya dipandang sebagai kegiatan hiburan. Lebih dari itu, festival dapat menjadi ruang mempererat persaudaraan, menjaga keberlangsungan budaya lokal, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
“Pemerintah Kota Kupang akan terus mendorong agar ruang-ruang seperti ini terus menjadi bagian dari penggerak ekonomi masyarakat,” katanya.
UMKM Berkelanjutan
Serena juga menyoroti keberadaan pelaku UMKM yang memanfaatkan festival sebagai ruang untuk memasarkan produk mereka. Ia meminta panitia mendata seluruh UMKM yang berjualan selama kegiatan untuk selanjutnya disampaikan kepada Dinas Pariwisata Kota Kupang.
Data tersebut diharapkan dapat menjadi dasar untuk mendorong para pelaku usaha masuk dalam program UMKM SABOAK.
Dengan demikian, pelaku UMKM tidak hanya mendapatkan kesempatan berjualan ketika festival berlangsung, tetapi juga memiliki ruang pemasaran yang lebih berkelanjutan.
“Jadi, bapak, ibu tidak hanya berjualan di event budaya saja, tapi bisa berkelanjutan di SABOAK agar setiap hari Jumat, Sabtu, Minggu bisa berjualan,” pesan Serena.
Sementara itu, Ketua Panitia Festival Budaya Timor Kelurahan Liliba, Maria Salem, mengatakan kegiatan tersebut mengusung tema “Nekaf Mese, Ansaof Mese”, yang berarti satu hati, satu jiwa, sehati sepikiran.
Festival digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Selain membangun semangat nasionalisme.
“Legiatan ini diarahkan untuk memperkuat persaudaraan dan kebersamaan sekaligus melestarikan seni serta budaya lokal di tingkat kelurahan,”ujar Maria.
Rangkaian kegiatan telah dimulai dengan lomba kebersihan antar-RT pada 10–11 Agustus 2026. Puncak festival berlangsung pada 12–14 Agustus 2026 dengan sejumlah agenda, antara lain pementasan tari tradisional, fashion show, serta lomba cipta menu pangan lokal berbahan dasar jagung dan ubi.
Pelibatan anak-anak dalam berbagai pertunjukan menjadi bagian penting dari festival tersebut. Melalui keterlibatan generasi muda, seni, bahasa, dan tradisi Timor diharapkan tidak berhenti sebagai warisan masa lalu, tetapi terus hidup dan berkembang di tengah generasi berikutnya.
(Lid)