GULIR UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Audiens Wawali Serena dalam rangka pembinaan kelembagaan vokasi PMI pekerja mingran indonesia kementrian p2MI

Wawali Serena Gandeng Kementerian P2MI, Dorong Vokasi Jadi Jalan Baru Anak Muda Kupang Menuju Pasar Kerja Global

IDETORIAL.com, Kupang – Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, mendorong penguatan pendidikan vokasi sebagai salah satu jalan strategis untuk membuka akses kerja yang lebih luas bagi generasi muda Kota Kupang, termasuk peluang memasuki pasar kerja global.

Dorongan tersebut disampaikan Serena saat melakukan audiens bersama Direktorat Pembinaan Kelembagaan Vokasi Pekerja Migran Indonesia, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Jumat, 14 Agustus 2026.

Pertemuan ini menjadi momentum untuk membangun sinergi antara Pemerintah Kota Kupang dan pemerintah pusat dalam menyiapkan sumber daya manusia yang terampil, kompeten dan memiliki daya saing.

Serena menilai perkembangan kebutuhan dunia kerja saat ini menuntut lulusan pendidikan vokasi tidak sekadar memiliki ijazah, tetapi juga menguasai keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Menurutnya, pendidikan vokasi harus mampu menjadi penghubung antara dunia pendidikan dengan dunia kerja. Karena itu, penguatan kompetensi, sertifikasi, pengalaman praktik serta pemahaman terhadap kebutuhan pasar kerja menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.

UDN Lewat Forum Media Perkuat Kapasitas Jurnalis Pahami Isu GEDSI dan Kiat Jurnalistik Efektif

“Anak-anak muda kita harus disiapkan dengan keterampilan yang benar-benar dibutuhkan dunia kerja. Dengan begitu, mereka tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi memiliki daya saing dan mampu mengambil peluang kerja yang tersedia, termasuk di tingkat internasional,” demikian pesan Serena dalam audiens tersebut.

Ia menambahkan, Kota Kupang memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pusat pengembangan sumber daya manusia vokasi di Nusa Tenggara Timur. Potensi tersebut perlu didukung melalui kolaborasi pemerintah daerah, pemerintah pusat, lembaga pendidikan, dunia usaha dan industri.

Dalam konteks pekerja migran, Serena menekankan bahwa peluang bekerja di luar negeri harus dibarengi dengan kesiapan dan perlindungan yang memadai. Calon pekerja migran perlu mendapatkan informasi yang benar mengenai negara tujuan, jenis pekerjaan, persyaratan, kontrak kerja hingga hak-hak mereka sebagai pekerja.

Karena itu, kerja sama dengan Kementerian P2MI dinilai penting untuk memastikan generasi muda yang memilih jalur kerja ke luar negeri benar-benar berangkat melalui mekanisme yang resmi, memiliki kompetensi dan mendapatkan perlindungan.

Sementara itu, Direktorat Pembinaan Kelembagaan Vokasi Pekerja Migran Indonesia Kementerian P2MI mendorong agar lembaga pendidikan vokasi dapat semakin terhubung dengan kebutuhan penempatan tenaga kerja. Penguatan kelembagaan vokasi diharapkan mampu menghasilkan calon pekerja migran yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja internasional.

PQN 2026, BI NTT Perluas Adopsi QRIS hingga Wilayah Perbatasan

Audiens tersebut juga membuka ruang kolaborasi untuk mengembangkan program yang lebih konkret, terutama dalam memperkuat keterampilan dan kesiapan generasi muda Kota Kupang menghadapi dunia kerja.

Bagi Pemerintah Kota Kupang, pengembangan pendidikan vokasi dan penyiapan pekerja migran yang kompeten merupakan bagian dari investasi sumber daya manusia. Orientasinya bukan sekadar mengurangi pengangguran, tetapi menciptakan tenaga kerja yang memiliki keterampilan, produktivitas dan daya tawar lebih baik.

Melalui sinergi dengan Kementerian P2MI, Serena berharap peluang kerja bagi anak muda Kupang dapat semakin terbuka, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Dengan pendidikan vokasi yang semakin kuat, generasi muda Kota Kupang diharapkan tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu membawa kompetensi dan nama baik daerah ke pasar kerja global.

Program SMK Go Global, 920 Pemuda NTT Ditarget Jadi Pekerja Migran

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Pengasuh Praja, Aldius Batubara saat diwawancarai mengatakan, Pemerintah Kota Kupang didorong memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dalam mendukung Program SMK Go Global Tahun 2026 di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

BI dan Pemda Percepat Transformasi UMKM NTT Berbasis Ekonomi Hijau

Selain dengan Pemkot, KP2MI juga telah menjalin kerjasama dengan 5 lembaga lainnya yakni Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Kupang (Poltekes), Migrant Centre UCB Kupang, Satuan Pelayanan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kupang, Universitas San Pedro, LPK LP3I.

“Hari ini, bersama Pemkot Kupang kita perkenalkan program SMK Go Global 2026, dan khusus provinsi NTT ditargetkan sebanyak 920 CPMI, yang dibagi dalam dua session,”terang Aldius

Program tersebut menargetkan sebanyak 920 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) asal NTT, khusus kota Kupang kuotanya sebanyak 420 CPMI, untuk dipersiapkan bekerja di berbagai negara melalui jalur pelatihan dan penempatan kerja yang sesuai dengan kompetensi vokasi.

Berdasarkan proyeksi Program SMK Go Global Tahun 2026 Provinsi NTT, kebutuhan tenaga kerja migran terbuka pada sejumlah sektor, antara lain caregiver, spa therapist, housekeeping, cleaner, waiter/waitress, barista atau bartender, front office, receptionist, kitchen worker hingga pastry.

Negara tujuan yang diproyeksikan juga cukup beragam, mulai dari Jepang, Singapura, Taiwan, Malaysia, Kuwait, Turki, negara-negara Eropa Timur, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Brunei Darussalam, Polandia hingga Bulgaria.

Untuk mencapai target tersebut, pelaksanaan program direncanakan dalam dua batch. Namun, jumlah calon peserta yang telah terdata saat ini baru mencapai sekitar 750 CPMI, sehingga masih terdapat kekurangan 170 CPMI dari target keseluruhan 920 orang.

Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan yang perlu segera diatasi melalui penguatan sosialisasi dan penjaringan calon peserta, khususnya di wilayah yang memiliki potensi besar dalam penyediaan tenaga kerja terampil.

Dalam konteks tersebut, Pemerintah Kota Kupang memiliki posisi strategis untuk membantu memperluas informasi Program SMK Go Global kepada masyarakat, khususnya lulusan SMK, perguruan tinggi, lembaga pelatihan, serta calon tenaga kerja muda yang memiliki minat bekerja di luar negeri.

Kolaborasi KP2MI dengan Pemkot Kupang diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan jumlah pendaftar, tetapi juga memastikan calon CPMI memahami peluang kerja, persyaratan, proses pelatihan, hingga mekanisme penempatan kerja secara resmi.

Langkah tersebut penting untuk memastikan masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri memperoleh akses informasi yang benar sekaligus memiliki keterampilan sesuai kebutuhan pasar kerja internasional.

Program SMK Go Global juga menempatkan lembaga vokasi dan pelatihan sebagai bagian penting dalam menyiapkan calon pekerja migran. Pelatihan diharapkan dapat memperkuat kompetensi peserta sehingga mereka tidak sekadar menjadi pencari kerja di luar negeri, tetapi mampu bersaing berdasarkan keterampilan yang dibutuhkan pengguna tenaga kerja.

Bagi Kota Kupang, penguatan program ini sekaligus dapat menjadi ruang untuk memperluas kesempatan kerja bagi generasi muda. Dengan dukungan pemerintah daerah, sekolah vokasi, lembaga pelatihan dan berbagai pemangku kepentingan, target 920 CPMI asal NTT diharapkan dapat tercapai.

Selain memperluas penyebaran informasi, sinergi KP2MI dan Pemkot Kupang juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem penempatan pekerja migran yang lebih terarah, terlatih dan terlindungi.

Dengan masih adanya kekurangan 170 calon peserta, penguatan sosialisasi menjadi pekerjaan penting dalam waktu dekat. Pemkot Kupang diharapkan dapat mengambil peran lebih aktif untuk menjangkau kelompok sasaran sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi anak-anak muda NTT untuk memperoleh peluang kerja di pasar internasional.

(Lid)

error: Konten ini dilindungi !!
× Advertisement
× Advertisement