GULIR UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Wawali Serena saat pose bersama para difabel di GMIT Paulus

GMIT Paulus Hadirkan Pelayanan Inklusif dan Kesehatan di Gereja, Serena : Pastikan Disabilitas Dapat Akses Setara

IDETORIAL.com, Kupang – Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, mengapresiasi inisiatif GMIT Paulus Kupang, yang menghadirkan pelayanan rohani sekaligus mengintegrasikan pelayanan kesehatan bagi jemaat, khususnya anak berkebutuhan khusus dan penyandang disabilitas.

Menurutnya, kolaborasi antara pelayanan spiritual dan kesehatan merupakan wujud nyata kepedulian gereja dalam menjawab kebutuhan masyarakat secara utuh.

” Ini menunjukkan bahwa Gereja tidak hanya menjadi tempat beribadah tapi ada juga pelayanan dan mitra dalam mewujudkankan pelayanan yang inklusif dalam memastikan penyandang disabilitas memperoleh akses yang setara,” ujar Serena saat menghadiri Sosialisasi Pelayanan Inklusif dan Kesehatan bagi Anak Berkebutuhan Khusus di GMIT Paulus Kupang, Jumat, 31 Juli 2026.

Menurut Serena, penyelenggaraan kegiatan tersebut menunjukkan bahwa gereja tidak hanya berfungsi sebagai tempat beribadah, tetapi juga menjadi pusat pelayanan kemanusiaan yang menjunjung tinggi nilai-nilai inklusivitas.

Setiap manusia, termasuk anak berkebutuhan khusus dan penyandang disabilitas, memiliki martabat, potensi, serta hak yang sama untuk memperoleh pendidikan, layanan kesehatan, dan kesempatan tumbuh serta berkembang secara optimal.

Hari Anti Perdagangan Orang 2026, Indonesia dan PBB Dorong Penguatan Perlindungan Korban

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Kupang terus mendorong terwujudnya pembangunan yang inklusif di berbagai sektor, mulai dari pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga kehidupan keagamaan. Sinergi antara pemerintah, lembaga keagamaan, organisasi masyarakat, dan komunitas penyandang disabilitas dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan kota yang memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh warganya.

Sebagai bentuk nyata komitmen tersebut, Pemerintah Kota Kupang telah menetapkan Kelurahan Naikoten I sebagai kelurahan ramah disabilitas pertama di Kota Kupang. Langkah ini diharapkan menjadi model yang dapat direplikasi di wilayah lain.

“Harapannya, inisiatif ini dapat diikuti oleh kelurahan-kelurahan lain di Kota Kupang sehingga semakin banyak ruang yang ramah dan inklusif bagi penyandang disabilitas,” harap Serena.

Ia juga menekankan bahwa penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk mengakses pelayanan keagamaan maupun layanan kesehatan. Karena itu, fasilitas, program, dan kegiatan gereja harus dirancang agar dapat diikuti seluruh jemaat tanpa diskriminasi, sehingga setiap orang dapat berpartisipasi secara penuh dalam kehidupan bergereja.

Sekretaris Badan Hari Raya Gerejawi (BHRG) GMIT Paulus Kupang, Maya Nubatonis, mengatakan sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman jemaat mengenai pentingnya pelayanan yang ramah disabilitas, pemenuhan hak-hak anak berkebutuhan khusus, serta pentingnya pelayanan kesehatan yang mendukung tumbuh kembang mereka.

PKM Berdampak, Serena Dorong Hasil Riset Undana Jadi Dasar Kebijakan Pembangunan Kota Kupang

“Ini menjadi bentuk komitmen gereja dalam menghadirkan pelayanan yang inklusif dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” kata Maya.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari komitmen berkelanjutan GMIT Paulus untuk mengedukasi jemaat dan masyarakat mengenai pentingnya inklusivitas.

Kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran, memperkuat jejaring, serta membangun kolaborasi antara gereja, keluarga, tenaga kesehatan, tenaga pendidik, dan berbagai pemangku kepentingan yang memiliki perhatian terhadap pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas dan anak berkebutuhan khusus.

Melalui penguatan pelayanan inklusif dan kesehatan tersebut, GMIT Paulus Kupang diharapkan dapat menjadi contoh praktik baik bagi gereja-gereja lain dalam membangun ruang ibadah yang tidak hanya memperkuat kehidupan spiritual, tetapi juga mendukung kesehatan, kesejahteraan, serta menjamin kesetaraan bagi seluruh jemaat tanpa terkecuali.

(Lid)

Kunjungan Dubes Australia, Wawali Serena Pastikan Hak Anak atas Imunisasi dan Layanan Kesehatan Terpenuhi

error: Konten ini dilindungi !!
× Advertisement
× Advertisement