IDETORIAL.com, Kupang – Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, mendorong agar hasil riset dan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan Universitas Nusa Cendana (Undana), menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah.
“Hasil pengabdian dan riset jangan hanya menjadi laporan akademik. Kami berharap temuan-temuan di lapangan dapat menjadi masukan dalam penyusunan kebijakan sehingga pembangunan Kota Kupang semakin tepat sasaran dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,”kata Serena, saat membuka Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Berdampak Undana, Kamis, 30 Juli 2026.
Menurut Serena, pembangunan daerah tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat agar setiap kebijakan yang dihasilkan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
“Hasil riset yang berbasis data lapangan harus mampu diterjemahkan menjadi rekomendasi kebijakan yang aplikatif. Karena itu, Pemerintah Kota Kupang membuka ruang seluas-luasnya bagi kalangan akademisi untuk menjadi mitra strategis, dalam merumuskan solusi atas berbagai persoalan pembangunan,”tambah Serena
Ia juga meminta seluruh perangkat daerah, camat, dan lurah mendukung pelaksanaan PKM dengan memfasilitasi kebutuhan data, serta pendampingan di lapangan agar rekomendasi yang dihasilkan dapat diimplementasikan secara efektif.
Wakil Rektor IV Undana Kupang, Philiphi de Rozari mengatakan, Kota Kupang menjadi salah satu dari tujuh kabupaten/kota di NTT yang dipilih sebagai lokasi Program PKM Berdampak Tahun 2026. Sebanyak 71 tim akan melaksanakan pengabdian berbasis riset untuk menghasilkan inovasi dan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Program ini melibatkan 71 tim dosen, guru besar, dan mahasiswa yang akan diterjunkan ke berbagai kecamatan dan kelurahan di Kota Kupang,”jelas Philiphi de Rozari.
Peluncuran Program PKM Berdampak 2026 ditandai dengan pemukulan gong oleh Wakil Wali Kota Kupang, sebagai simbol dimulainya pengabdian 71 tim Universitas Nusa Cendana di Kota Kupang. Pemerintah Kota berharap kolaborasi tersebut mampu melahirkan kebijakan pembangunan yang lebih inovatif, berbasis bukti, dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
(Lid)
Sementara itu,