IDETORIAL.com, Kupang – Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Kupang untuk memastikan setiap anak memperoleh hak atas layanan kesehatan, termasuk imunisasi lengkap sebagai bagian dari pemenuhan hak-hak dasar anak.
Komitmen tersebut disampaikan Serena saat menerima kunjungan Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, dalam agenda review Program Zero Dose dan penguatan integrasi kesejahteraan anak di Kota Kupang, Kamis, 30 Juli 2026.
Menurut Serena, setiap anak berhak mendapatkan akses terhadap imunisasi, gizi yang baik, perlindungan, serta identitas yang layak agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
Karena itu, Pemerintah Kota Kupang terus memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Australia, UNICEF, Pemerintah Provinsi NTT, serta berbagai pemangku kepentingan untuk membangun sistem layanan yang berkelanjutan dan mudah diakses seluruh anak.
“Pemkot Kupang berkomitmen memastikan setiap anak memperoleh layanan dasar yang berkualitas dan tumbuh dalam lingkungan yang aman,” ujar Serena.
Ketua TP PKK Kota Kupang, dr.Widya Cahya, mengatakan Program Perisai Anak telah dijalankan selama setahun terakhir di 22 kabupaten/kota di NTT untuk meningkatkan cakupan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL). Berkat kolaborasi bersama Dinas Kesehatan, puskesmas, dan posyandu, Kota Kupang berhasil menjadi daerah dengan capaian terbaik dalam penanganan anak zero dose di NTT.
“Hasil kolaborasi bersama dalam seminggu, kita bisa menjangkau 327 anak Zero Dose, dan Kota Kupang capaian dosis lengkap terbaik se-NTT,”tandas dr.Widya
Pemkot Kupang Genjot Imunisasi Lengkap, 600 Anak Berhasil Dijangkau
Pemerintah Kota Kupang terus mempercepat peningkatan cakupan imunisasi lengkap bagi anak melalui kolaborasi lintas sektor. Hasilnya, sebanyak 600 anak yang sebelumnya belum mendapatkan imunisasi lengkap kini telah berhasil dijangkau dan menerima layanan imunisasi.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, Retnowati, mengatakan upaya tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan TP PKK, puskesmas, posyandu, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta berbagai mitra pembangunan. Pendekatan kolaboratif dinilai efektif dalam menjangkau anak-anak yang selama ini belum memperoleh imunisasi.
Meski demikian, masih terdapat sekitar 1.200 anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kondisi sosial, lingkungan keluarga, hingga keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan.
“Saat ini kami terus melakukan penjangkauan terhadap sekitar 300 anak yang masih belum memperoleh imunisasi lengkap melalui kolaborasi bersama PKK, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, dan tokoh agama,” ujar Retnowati.
Ia menegaskan, imunisasi lengkap merupakan salah satu indikator penting dalam meningkatkan derajat kesehatan anak. Selain melindungi dari berbagai penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin, tingginya cakupan imunisasi juga berperan mencegah kejadian luar biasa (KLB) penyakit menular serta mendukung terwujudnya generasi yang sehat, tangguh, dan berkualitas.
Melalui sinergi lintas sektor, Pemerintah Kota Kupang optimistis target peningkatan cakupan imunisasi lengkap dapat tercapai, sehingga tidak ada lagi anak yang tertinggal dalam memperoleh layanan kesehatan dasar.
(Lid)