GULIR UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
UN Women dan PT Danantara Asset Management mengumumkan 15 BUMN peserta Women’s Empowerment Principles (WEPs) Corporate Action Lab Indonesia Cohort 2

15 BUMN Ikuti Program UN Women, Perkuat Budaya Kerja Inklusif dan Setara Gender

IDETORIAL.com, Jakarta – 15 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bergabung dalam Women’s Empowerment Principles (WEPs) Corporate Action Lab Indonesia Cohort 2, yang diselenggarakan UN Women bersama PT Danantara Asset Management dengan dukungan Pemerintah Australia.

Program ini bertujuan mendorong penerapan budaya kerja yang inklusif, saling menghargai, dan berkeadilan gender di lingkungan BUMN.

Keikutsertaan 15 perusahaan pelat merah tersebut diumumkan pada Rabu, 8 Juli 2026, sekaligus menjadi tindak lanjut peluncuran Danantara Respectful and Inclusive Workplace Playbook, pedoman yang dirancang untuk membantu BUMN membangun lingkungan kerja yang aman, inklusif, dan bebas diskriminasi.

“Pedoman tersebut bukan sekadar dokumen kepatuhan, melainkan bagian dari tata kelola perusahaan yang mengintegrasikan nilai penghormatan, inklusivitas, keadilan, dan kesejahteraan pekerja ke dalam sistem kerja dan indikator kinerja perusahaan,”kata Managing Director Human Capital PT Danantara Asset Management, Agus Dwi Handaya

Menurutnya, penerapan budaya kerja yang inklusif diharapkan mampu mendorong setiap pekerja memberikan kontribusi terbaik bagi perusahaan maupun pembangunan nasional.

UNODC Apresiasi OJK Perkuat Perlindungan Masyarakat dari Scam, IASC Tangani 608 Ribu Laporan

Senada dengan itu, Deputi Sumber Daya Manusia dan Keberlanjutan Badan Pengaturan BUMN, Wahyu Setyawan, menilai daya saing BUMN di tingkat global bergantung pada kemampuan perusahaan menciptakan ruang kerja yang terbuka bagi seluruh talenta, termasuk perempuan, generasi muda, dan penyandang disabilitas.

“Kebijakan tempat kerja yang inklusif, tidak boleh berhenti sebagai dokumen administratif, tetapi harus menjadi budaya yang diterapkan dalam aktivitas sehari-hari di seluruh BUMN,”tandas Wahyu Setyawan.

Program WEPs Corporate Action Lab Cohort 2 akan berlangsung selama delapan bulan. Selama periode tersebut, perusahaan peserta akan memperoleh pendampingan untuk mengevaluasi kebijakan internal melalui WEPs Gender Gap Analysis Tool, mengikuti pelatihan teknis, sesi pembelajaran antarpeserta, serta menyusun dan menguji berbagai inisiatif yang mendukung terciptanya lingkungan kerja yang lebih inklusif.

Riset menunjukkan bahwa, budaya kerja yang menghargai keberagaman memberikan dampak positif terhadap kinerja perusahaan.

Studi Boston Consulting Group tahun 2023 di Asia Tenggara mencatat, komitmen kuat terhadap keberagaman, kesetaraan, dan inklusivitas mampu menurunkan risiko pergantian karyawan hingga 9 persen. Lebih dari separuh responden juga menyatakan bersedia berpindah ke perusahaan yang memiliki budaya kerja lebih inklusif.

OJK Sita Aset Rp114 Miliar, Pemegang Saham Prolife Indonesia Jadi Tersangka

Sementara itu, studi International Labour Organization (ILO) di Indonesia menunjukkan 77 persen perusahaan dengan tingkat keberagaman gender yang lebih tinggi melaporkan manfaat langsung bagi bisnis, mulai dari peningkatan keuntungan hingga retensi karyawan yang lebih baik.

Kepala Perwakilan PBB di Indonesia, Gita Sabharwal, mengapresiasi kolaborasi antara UN Women dan Danantara dalam mendorong transformasi budaya kerja di BUMN.

“Melalui program tersebut, perusahaan peserta tidak hanya menyatakan komitmen terhadap kesetaraan gender, tetapi juga menerjemahkannya menjadi kebijakan, dan praktik nyata yang menciptakan tempat kerja lebih inklusif, saling menghormati, serta mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,”tutup Gita.

Adapun 15 perusahaan yang mengikuti WEPs Corporate Action Lab Indonesia Cohort 2 meliputi PT Aneka Tambang Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero), PT Prima Layanan Nasional Enjiniring, PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero), PT TASPEN (Persero), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, PT Vale Indonesia Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Perum Bulog, dan Perum Jasa Tirta II.

OJK Terbitkan Aturan Baru Perdagangan Karbon, Perluas Lingkup Unit Karbon di Bursa

error: Konten ini dilindungi !!
× Advertisement
× Advertisement