GULIR UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Pernyataan Wakil Sekretaris Jenderal PBB Jean Pierre Lacroix pada Press Briefing

IDETORIAL.com, Markas Besar PBB New York – Pagi ini, Senin, 30 Maret 2026 waktu New York, dua penjaga perdamaian Indonesia kehilangan nyawa dalam sebuah ledakan yang menghantam konvoi logistik UNIFIL, dan menghancurkan kendaraan mereka di dekat Bani Hayyan di Sektor Timur. Dua penjaga perdamaian lainnya mengalami luka-luka, satu di antaranya serius. Asal-usul ledakan tersebut belum dapat dipastikan.

Kemarin, seorang penjaga perdamaian dari kontingen Indonesia tewas dalam ledakan di dalam pangkalan UNIFIL di Ett Taibe di Sektor Timur. Seorang penjaga perdamaian lainnya mengalami luka kritis dan telah dievakuasi ke rumah sakit di Beirut.

Saya, Wakil Sekretaris Jenderal PBB Jean Pierre Lacroix menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya, kepada keluarga para penjaga perdamaian yang gugur serta kepada Pemerintah Indonesia, dan saya mendoakan kesembuhan penuh bagi mereka yang terluka.

Kami mengutuk keras insiden-insiden yang tidak dapat diterima ini. Penjaga perdamaian tidak boleh menjadi sasaran.

UNIFIL sedang menyelidiki insiden-insiden ini untuk mengetahui keadaan yang melatarbelakangi peristiwa tragis tersebut.

Prajurit TNI Gugur Dalam Misi Pemeliharaan Perdamaian di Lebanon

Kami tetap sangat prihatin atas sejumlah insiden perilaku agresif terhadap penjaga perdamaian UNIFIL dalam beberapa hari terakhir. Semua tindakan yang membahayakan penjaga perdamaian harus dihentikan. Semua pihak harus mematuhi kewajiban mereka untuk menjamin keselamatan dan keamanan penjaga perdamaian setiap saat. Keutuhan dan perlindungan instalasi Perserikatan Bangsa-Bangsa harus dihormati.

Para penjaga perdamaian kami tetap berada di lapangan, melaksanakan tugas yang diamanatkan oleh Dewan Keamanan, dalam kondisi yang sangat berbahaya ini. Dapat dibayangkan bahwa ruang gerak mereka terbatas, namun mereka terus melakukan segala yang memungkinkan.

Para perempuan dan laki-laki UNIFIL menunjukkan keberanian dan komitmen yang luar biasa dalam memajukan perdamaian dan keamanan internasional jauh dari tanah air mereka. Kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada mereka.

Saya kembali menegaskan seruan Sekretaris Jenderal kepada semua pihak untuk menghentikan pertempuran.

Hanya dengan pelaksanaan penuh Resolusi Dewan Keamanan 1701 (2006) oleh kedua pihak, solusi jangka panjang terhadap konflik ini dapat tercapai. (*)

Pemerintah Beri Penghormatan Tertinggi bagi Personel TNI yang Gugur di Lebanon

error: Konten ini dilindungi !!
× Advertisement
× Advertisement