GULIR UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Perwakilan FAO di Indonesia dan Timor-Leste Rajendra Aryal (kiri) dan Direktur Eksekutif Yayasan Bina Usaha Lingkungan Yani Witjaksono (kanan) menandatangani Perjanjian Kemitraan Operasional Fase Operasional ke-8 Program Hibah Kecil Fasilitas Lingkungan Global (GEF SGP-OP8)

FAO dan GEF Buka Akses Dana Lingkungan hingga Rp1,2 Miliar bagi Komunitas di Indonesia

IDETORIAL.com, Jakarta – Organisasi masyarakat sipil dan komunitas lokal di Indonesia kini memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh pendanaan lingkungan hidup melalui Program Hibah Kecil Global Environment Facility (GEF SGP).

Melalui kemitraan baru bersama Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), masyarakat dapat mengakses hibah hingga USD 75.000 atau sekitar Rp1,2 miliar untuk mendukung aksi pelestarian lingkungan dan penguatan mata pencaharian.

Dalam rilis tertulis, Jumat, 15 Mei 2026, Kemitraan tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kemitraan Operasional antara FAO dan Yayasan Bina Usaha Lingkungan (YBUL) di kantor FAO Indonesia, Jakarta.

FAO bergabung dalam Fase Operasional Kedelapan Program Hibah Kecil GEF (GEF SGP-OP8) yang dijalankan di 13 negara, termasuk Indonesia. Program ini menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat akar rumput melalui dukungan terhadap organisasi berbasis komunitas, Masyarakat Adat, perempuan, pemuda, hingga penyandang disabilitas.

Perwakilan FAO untuk Indonesia dan Timor-Leste, Rajendra Aryal, mengatakan pendekatan berbasis komunitas menjadi kunci dalam menghadapi tantangan lingkungan global.

Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis Serahkan Bantuan Bagi Korban Kebakaran Panti Asuhan Holly Angel

“Dalam mengatasi tantangan global yang kita hadapi saat ini, kita membutuhkan pendekatan dari bawah ke atas yang memungkinkan masyarakat setempat mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan dan meningkatkan mata pencaharian mereka,” ujarnya.

Ia menegaskan FAO akan memberikan dukungan teknis kepada penerima hibah guna memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadirkan solusi lingkungan secara mandiri.

Fokus pada Konservasi dan Ketahanan Pangan

Program GEF SGP-OP8 akan memprioritaskan pendanaan pada lima isu utama, yakni konservasi berbasis masyarakat untuk ekosistem dan spesies terancam punah, pertanian dan perikanan berkelanjutan, akses energi rendah karbon, pengelolaan bahan kimia dan limbah, serta solusi perkotaan berkelanjutan.

Wilayah prioritas di Indonesia akan dipilih berdasarkan tingkat keanekaragaman hayati, tantangan lingkungan, dan kondisi sosial ekonomi masyarakat setempat.

Direktur Eksekutif Yayasan Bina Usaha Lingkungan, Yani Witjaksono, menyebut program ini menjadi langkah untuk memperkuat komitmen lingkungan Indonesia di tingkat lokal.

OJK Sebut Rebalancing MSCI Jadi Momentum Reformasi Pasar Modal Indonesia

“Tujuan kami adalah melokalisasi komitmen internasional Indonesia, dari FOLU Net Sink 2030 hingga Kerangka Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal, dengan memberdayakan masyarakat lokal dan Masyarakat Adat sebagai penjaga utama keanekaragaman hayati,” kata Yani Witjaksono.

Pendaftaran Dibuka Juni 2026

Organisasi masyarakat sipil dan komunitas lokal mulai dapat mengajukan proposal hibah pada Juni 2026. Selain bantuan dana, penerima hibah juga akan memperoleh pendampingan teknis, pengembangan kapasitas, hingga akses jejaring pasar dan sektor swasta untuk memperluas dampak program.

Selama periode 2026–2029, program ini ditargetkan menjangkau lebih dari 14.000 penerima manfaat, termasuk perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas. Sedikitnya 30 persen hibah akan dialokasikan untuk kelompok perempuan, 10 persen untuk kelompok pemuda, dan 5 persen bagi Masyarakat Adat.

Program ini juga menargetkan pemulihan lebih dari 6.400 hektare lahan, peningkatan pengelolaan berkelanjutan di lebih dari 110.000 hektare lanskap dan 8.000 hektare bentang laut, serta pengurangan emisi gas rumah kaca hingga 640 ribu ton CO2e.

Anggota Komite Pengarah Nasional GEF-SGP-OP8 dari Kementerian Lingkungan Hidup, Laksmi Dhewanthi, mengatakan program ini hadir di tengah meningkatnya tantangan krisis lingkungan global.

Malam Ini, Ipang Lazuardi Siap Guncang Panggung Anniversary ke-22 Paradise Bar Labuan Bajo

“Kita memiliki banyak tantangan di tingkat lokal, regional, dan global. Sesuai slogan GEF SGP, aksi lokal berdampak global, kami berharap program ini dapat memberi kontribusi signifikan dalam mengatasi berbagai tantangan tersebut,” tutup Laksmi. (Lid)

error: Konten ini dilindungi !!
× Advertisement
× Advertisement