GULIR UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Yang Mulia Putri Mahkota Victoria dari Swedia (tengah) bersama Kardinal Gereja Katolik Indonesia Ignatius Suharyo (kiri) dan Menteri Agama Nasaruddin Umar (kanan) di Katedral Jakarta, yang berdiri berseberangan dengan Masjid Istiqlal dan terhubung melalui Terowongan Silaturahmi, mencerminkan semangat kerukunan antarumat beragama di Indonesia.

Putri Mahkota Victoria Kunjungi Indonesia, UNDP Perkuat Agenda Pembangunan Berkelanjutan

IDETORIAL.com, Jakarta – Putri Mahkota Victoria dari Swedia tiba di Jakarta, Jumat, 4 September 2026 untuk menjalankan kunjungan selama empat hari ke Indonesia sebagai Goodwill Ambassador UNDP.

Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk melihat langsung bagaimana Pemerintah Indonesia, United Nations Development Programme (UNDP), dan berbagai mitra mendorong pembangunan yang berkelanjutan, inklusif, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Kunjungan Putri Mahkota Victoria tidak sekadar memperkenalkan berbagai program pembangunan Indonesia, tetapi juga memperlihatkan kontribusi UNDP dalam mendukung prioritas nasional melalui penguatan kebijakan, teknologi, kapasitas kelembagaan, konservasi lingkungan, hingga ketangguhan masyarakat.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, mengatakan kemitraan Indonesia dan UNDP telah berlangsung selama puluhan tahun, dan menjadi bagian dari upaya mendukung berbagai agenda pembangunan nasional.

“Kemitraan antara Indonesia dan UNDP telah mendukung prioritas pembangunan Indonesia selama puluhan tahun, dengan mempertemukan pengetahuan, inovasi, dan sumber daya untuk menjawab tantangan pembangunan serta menciptakan peluang bagi masyarakat dan komunitas,” kata Rachmat.

Ombudsman Bongkar Titik Rawan Lapas dan Rutan: Pungli, Sewa Kamar, HP dan Narkoba

Menurutnya, ke depan Indonesia akan terus memperkuat kerja sama dengan UNDP untuk menerjemahkan prioritas nasional menjadi solusi yang dapat diperluas skalanya, sekaligus memobilisasi sumber daya, kemitraan, dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif.

Pada hari pertama kunjungannya di Jakarta, Putri Mahkota Victoria mengunjungi Gedung Eijkman dan mempelajari perkembangan Biomedical and Genome Science Initiative (BGSi) Indonesia bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

BGSi merupakan inisiatif nasional yang dipimpin Kementerian Kesehatan untuk memperkuat layanan kesehatan berbasis pengobatan presisi sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan Indonesia dalam menghadapi wabah penyakit.

Di sektor ini, kontribusi UNDP terlihat melalui dukungan teknis dalam pengembangan kebijakan dan regulasi, penguatan infrastruktur serta peningkatan kapasitas tenaga kesehatan.

UNDP juga membantu fasilitas dan tenaga kesehatan memanfaatkan informasi genom untuk mendeteksi penyakit lebih dini, menentukan pengobatan yang lebih sesuai dengan kondisi pasien, serta mengidentifikasi dan merespons wabah secara lebih cepat.

Riau, Provinsi Pertama Bangun Tata Kelola Hutan Berstandar Internasional

Pemanfaatan ilmu genomik diharapkan dapat mengubah pendekatan layanan kesehatan Indonesia menjadi lebih presisi dan berbasis data. Teknologi tersebut memungkinkan penyakit dideteksi lebih awal sekaligus membantu tenaga kesehatan menentukan langkah pengobatan yang lebih sesuai dengan karakteristik pasien.

Indonesia menargetkan pengurutan 400.000 genom hingga 2030 melalui Strategi Genom Nasional 2026–2030. Target tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan terhadap dukungan teknologi, sumber daya manusia, infrastruktur, serta kebijakan yang mampu memastikan data genom dapat dimanfaatkan secara aman dan efektif bagi kepentingan kesehatan masyarakat.

Selain melihat perkembangan inovasi kesehatan, Putri Mahkota Victoria juga mengunjungi sejumlah simbol penting keberagaman Indonesia, yakni Monumen Nasional, Masjid Istiqlal, dan Gereja Katedral Jakarta.

Di Masjid Istiqlal, Putri Mahkota didampingi Menteri Agama Nasaruddin Umar sebelum melanjutkan kunjungan ke Gereja Katedral yang berada tepat di seberang jalan. Kedua rumah ibadah tersebut terhubung melalui Terowongan Silaturahmi dan menjadi gambaran bagaimana perbedaan agama dan tradisi dapat hidup berdampingan dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Bagi UNDP, pembangunan tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur atau kemajuan teknologi. Pembangunan juga menyangkut kemampuan masyarakat hidup secara inklusif, menjaga kohesi sosial, memperoleh kesempatan yang setara, dan memastikan tidak ada kelompok yang tertinggal.

Sampah Kupang Belum Terkelola, Pemkot Kupang Kejar Target lewat Program “Satu Bina Satu”

UNDP Resident Representative di Indonesia, Sara Ferrer Olivella mengatakan, pembangunan pada akhirnya harus menempatkan manusia sebagai pusat.

“Pada akhirnya, kisah pembangunan Indonesia adalah tentang manusia,” ujar Sara.

Menurutnya, gagasan baru harus mampu meningkatkan kualitas hidup dan menghadirkan kesejahteraan, sekaligus memperkuat kesiapan masyarakat menghadapi masa depan. Kekayaan alam dan keberagaman Indonesia juga harus terus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Setelah Jakarta, agenda Putri Mahkota Victoria berlanjut ke Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), untuk melihat sisi lain pembangunan Indonesia yang berkaitan dengan perlindungan lingkungan dan penguatan ekonomi masyarakat.

Di Lombok, Putri Mahkota akan menyaksikan upaya konservasi terumbu karang dan ekosistem laut yang dikembangkan bersamaan dengan pembukaan peluang ekonomi bagi masyarakat pesisir.

Pendekatan tersebut memperlihatkan peran penting pembangunan yang menghubungkan perlindungan lingkungan dengan kesejahteraan masyarakat. Ekosistem laut yang sehat tidak hanya menjadi aset ekologis, tetapi juga menjadi fondasi bagi kehidupan masyarakat yang bergantung pada sektor perikanan, pariwisata, dan aktivitas ekonomi lainnya.

Melalui pendekatan pembangunan berkelanjutan, investasi pada konservasi diarahkan untuk menghasilkan manfaat ganda. Di satu sisi menjaga ekosistem laut, sementara di sisi lain memperkuat sumber penghidupan masyarakat agar dapat bertahan dalam jangka panjang.

Lombok juga menjadi gambaran mengenai pentingnya membangun kembali kehidupan masyarakat setelah bencana. Putri Mahkota Victoria dijadwalkan mengunjungi komunitas yang merasakan dampak gempa bumi 2018, termasuk masyarakat yang memperoleh manfaat dari pembangunan sekolah, fasilitas kesehatan dan infrastruktur publik.

Namun, pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut pembangunan kembali fasilitas yang rusak. Penguatan ketangguhan masyarakat dan penciptaan peluang penghidupan juga menjadi bagian penting agar masyarakat memiliki kemampuan menghadapi risiko bencana di masa depan.

Rangkaian agenda di Jakarta dan Lombok memperlihatkan luasnya tantangan pembangunan yang dihadapi Indonesia sekaligus ruang kontribusi UNDP dalam mendukungnya. Mulai dari membantu penguatan kebijakan dan kapasitas di bidang genomik, mendukung pembangunan yang inklusif, hingga mendorong konservasi yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dan memperkuat ketangguhan pascabencana.

Dalam konteks tersebut, kunjungan Putri Mahkota Victoria sebagai Goodwill Ambassador UNDP menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana kemitraan pembangunan diterjemahkan ke dalam program dan kebijakan yang menyentuh kehidupan masyarakat.

Bagi Indonesia dan UNDP, pembangunan berkelanjutan pada akhirnya bukan hanya tentang seberapa cepat sebuah negara tumbuh, tetapi tentang seberapa jauh pertumbuhan tersebut meningkatkan kualitas hidup masyarakat, melindungi lingkungan, memperkuat ketangguhan, dan memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan lintas generasi.

(Lid/UNDP)

error: Konten ini dilindungi !!
× Advertisement
× Advertisement