GULIR UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Pelepasan Bantuan Kemanusiaan atas Bencana Gempa Bumi di NTT di Museum Bank Indonesia

Posduklognas Halim Salurkan 17,6 Ton Bantuan Bank Indonesia untuk Korban Gempa NTT

IDETORIAL.com, Jakarta – Sebanyak 17,6 ton bantuan logistik dari Bank Indonesia (BI) telah diterima di Pos Pendukung Logistik Nasional (Posduklognas) Penanganan Darurat Bencana Gempabumi NTT di Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Dari total bantuan tersebut, 16,4 ton atau sekitar 93 persen telah diberangkatkan menuju sejumlah wilayah terdampak di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bantuan tersebut menjadi bagian dari dukungan lintas sektor untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak gempa bumi NTT yang terjadi pada 15 Agustus 2026.

Dalam rilis tertulis, Rabu, 2 September 2026, Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Dr. Raditya Jati, mengapresiasi dukungan Bank Indonesia dalam membantu penanganan bencana di NTT.

Menurut Raditya, dukungan berbagai pihak memiliki peran penting dalam memperkuat penanganan dampak bencana sekaligus memberikan harapan bagi masyarakat agar dapat segera bangkit.

Tanggap Darurat Gempa NTT Diperpanjang, BNPB Petakan Kebutuhan Warga

“Dukungan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam memperkuat upaya kita dalam menangani dampak bencana sekaligus memberikan harapan bagi masyarakat untuk segera bangkit,” ujar Raditya dalam Giat Pelepasan Bantuan Kemanusiaan atas Bencana Gempa Bumi di NTT di Museum Bank Indonesia

93 Persen Bantuan BI Sudah Dikirim

Berdasarkan data bantuan Bank Indonesia per 30 Agustus 2026, sebanyak 17.688 kilogram bantuan telah diterima di Posduklognas Halim.

Dari jumlah tersebut, 16.441 kilogram atau sekitar 93 persen telah didistribusikan ke wilayah terdampak. Sementara 1.247 kilogram masih tersimpan sebagai stok di gudang.

Bantuan dikirim melalui jalur darat dan udara menuju sejumlah wilayah terdampak, antara lain Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Sikka, dan Maumere.

Logistik yang dikirim tidak hanya berupa bahan pangan. Bantuan juga mencakup berbagai kebutuhan dasar masyarakat, seperti beras, kasur, tikar, selimut, terpal, perlengkapan kebersihan, sabun, popok bayi dan dewasa, pembalut, hygiene kit, makanan, air mineral, serta perlengkapan pendukung lainnya.

Tak Cukup Bisa Bertransaksi, BI Dorong Generasi Muda NTT Paham Risiko Keuangan

Distribusi Lewat Udara, Laut dan Darat

Raditya menjelaskan, sejak gempa bumi melanda NTT pada 15 Agustus 2026, BNPB bersama kementerian/lembaga, TNI, dan berbagai unsur terkait terus mengelola penerimaan hingga pendistribusian bantuan melalui Posduklognas Halim.

Bantuan yang diterima kemudian disalurkan berdasarkan kebutuhan masing-masing wilayah terdampak.

Untuk mempercepat pergerakan logistik, BNPB mengoptimalkan berbagai jalur distribusi. Pengiriman dilakukan melalui jalur udara dengan dukungan TNI Angkatan Udara maupun penerbangan komersial.

Distribusi juga dilakukan melalui jalur laut dengan dukungan TNI Angkatan Laut serta jalur darat menggunakan armada truk.

Menurut Raditya, mekanisme tersebut terus diperkuat agar bantuan dapat bergerak langsung menuju kabupaten maupun wilayah yang membutuhkan.

Serena: Dari Saboak Menuju PON 2028

“Hal ini menjadi wujud solidaritas segenap komponen bangsa untuk membantu saudara kita yang terdampak gempabumi,” tegasnya.

Stok Bantuan di Halim Capai 46,3 Ton

Sementara itu, Update Harian Posduklognas Penanganan Darurat Bencana Gempabumi NTT per 29 Agustus 2026 mencatat bantuan yang masuk mencapai 4.813 kilogram atau sekitar 5 ton dari sembilan donatur.

Pada hari yang sama, sebanyak 21.738 kilogram atau sekitar 22 ton bantuan telah didistribusikan. Salah satu pengiriman dilakukan melalui satu sorti penerbangan TNI Angkatan Udara dengan tujuan Maumere.

Dengan demikian, total barang bantuan yang tercatat berada di gudang Posduklognas Halim pada 29 Agustus mencapai 46.399 kilogram atau sekitar 46,3 ton.

Data tersebut menggambarkan besarnya dukungan logistik yang terus bergerak dari Jakarta menuju wilayah terdampak di NTT.

Raditya menegaskan bahwa penanganan bencana bukan semata-mata mengenai pengiriman bantuan logistik. Lebih dari itu, penanganan bencana merupakan upaya bersama untuk menghadirkan harapan bagi masyarakat yang tengah menghadapi situasi sulit.

Dukungan Bank Indonesia, kata dia, juga bukan kali pertama diberikan dalam situasi kedaruratan. BNPB mengapresiasi konsistensi BI dalam memberikan dukungan pada berbagai penanganan bencana di Indonesia.

Raditya berharap semangat kolaborasi tersebut terus terjaga sehingga masyarakat terdampak bencana di berbagai wilayah dapat memperoleh dukungan yang dibutuhkan.

“Tidak ada bencana yang lebih besar daripada semangat kita untuk bangkit bersama,” pungkas Raditya.

Posduklognas Halim hingga kini terus mengoptimalkan penerimaan, pengelolaan, dan distribusi bantuan dengan prinsip tepat jenis, tepat jumlah, dan tepat waktu.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan kemanusiaan dapat segera menjangkau masyarakat terdampak sekaligus mendukung percepatan pemulihan pascagempa bumi NTT.

(Lid/BNPB)

error: Konten ini dilindungi !!
× Advertisement
× Advertisement