IDETORIAL.com, Kupang – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memperkuat sinergi dengan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XV, melalui pembekalan kepada ribuan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Gerakan NTT Sehat, Kuat, dan Inklusif (GENTASKIN) Batch II Tahun 2026.
Dalam rilis tertulis, Jumat, 26 Juni 2026, menjelaskan bahwa pembekalan ini bertujuan mencetak mahasiswa sebagai agen edukasi sistem pembayaran digital, pelindungan konsumen, serta Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah di desa-desa tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di NTT.
Kegiatan pembekalan dilaksanakan secara hybrid pada 22–24 Juni 2026, sebagai bagian dari Bimbingan Teknis Mahasiswa KKN Tematik, yang diselenggarakan oleh LLDIKTI Wilayah XV.
Sebanyak 2.319 mahasiswa dan 100 dosen pendamping dari 41 perguruan tinggi di dalam maupun luar Provinsi NTT, mengikuti kegiatan tersebut sebagai persiapan sebelum diterjunkan ke lokasi KKN pada 1 Juli hingga 31 Agustus 2026.
Para mahasiswa nantinya akan melaksanakan pengabdian masyarakat di desa-desa 3T yang tersebar di 13 kabupaten, yakni Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Malaka, Belu, Flores Timur, Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada, Sumba Barat Daya, Sumba Barat, Sumba Timur, dan Alor.
Rangkaian pembekalan dibuka secara daring oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, bersama Kepala LLDIKTI Wilayah XV, Prof. Dr. Adrianus Amheka.
Dalam sambutannya, Menteri Brian menegaskan bahwa mahasiswa tidak cukup hanya menguasai teori, tetapi harus mampu mengimplementasikan pengetahuan yang dimiliki, sehingga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Ia juga mengapresiasi kolaborasi BI NTT bersama berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung penyelenggaraan KKN Tematik GENTASKIN.
Pada sesi pembekalan 24 Juni 2026, BI NTT menyampaikan dua materi utama, yakni edukasi Pelindungan Konsumen yang dibawakan oleh Alfiana S. Jehamur dari Unit Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran (UIKSP), serta Program Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah (CBP Rupiah) yang disampaikan Herry Z. Laiskodat dan Ricky Kedoh dari Unit Implementasi Pengelolaan Uang Rupiah (UIPUR).
Melalui materi tersebut, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai pentingnya keamanan dalam bertransaksi digital, pelindungan data pribadi, kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan digital, hingga cara mengenali ciri keaslian dan merawat uang Rupiah.
Sebagai tindak lanjut dari pembekalan tersebut, BI NTT juga menginisiasi Kompetisi PeKA Rupiah TAPUTAR DESA NTT yang akan digelar untuk pertama kalinya pada tahun 2026. Kompetisi ini dirancang untuk mendorong mahasiswa KKN menjadi agen edukasi Pelindungan Konsumen dan CBP Rupiah di desa-desa 3T.
Melalui kompetisi tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami materi yang diperoleh selama pembekalan, tetapi juga mampu menyampaikan kembali edukasi kepada masyarakat secara kreatif, aplikatif, dan mudah dipahami.
BI NTT menegaskan komitmennya untuk terus memperluas literasi sistem pembayaran yang aman, meningkatkan pelindungan konsumen, serta menumbuhkan kecintaan, kebanggaan, dan pemahaman masyarakat terhadap Rupiah melalui kolaborasi lintas sektor bersama LLDIKTI Wilayah XV, perguruan tinggi, dosen pendamping, dan mahasiswa peserta KKN Tematik GENTASKIN.(lid)