IDETORIAL.com, Kupang – Pengamat Ekonomi, Dr,Thomas Ola Langoday, mengatakan, fenomena jumlah pengangguran di Kota Kupang masih tertinggi se NTT, menimbulkan pertanyaan ada apa dengan Kota Kupang yang tampak wah dan luar biasa.
“Ini mirisnya, Pemerintah kota maupun DPRD tidak punya orientasi untuk generasi, pimpinan itu harus ada orientasi masa depan,”kata Thomas, Kamis, 14 Mei 2026.
Ini ironi, tambah Thomas, kota Kupang ini seperti sudah menjadi kantong kemiskinan dan kantong juga pengangguran, tidak ada pekerjaan, tidak ada penghasilan, tidak bisa memenuhi kebutuhan pokok.
“Kita berharap pemerintah inovatif-lah, jangan hanya lakukan hal – hal yang rutin,”tandas Thomas.
Pemerintah Kota Kupang diharapkan dapat ciptakan minimal 2% wirausahawan muda, agar kota Kupang tidak lagi menjadi kantong pengganguran dan kantong kemiskinan, serta segera melakukan evaluasi terhadap alokasi anggaran pada sektor ketenagakerjaan, guna memitigasi dampak sosial dari tingginya angka pengangguran ini.
Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Kupang, Dominggus Kale Hia turut menyampaikan, sebagai mitra komisi persoalan pengganguran yang tinggi di Kota Kupang, tidak dibarengi dengan intervensi anggaran untuk dinas teknis, sehingga tidak ada satupun program untuk penanganan soal pengangguran.
“Tidak ada intervensi dana di Nakertrans, alokasinya hanya untuk gaji pegawai saja,”terang Dominggus Kale Hia .
Data Badan Pusat Statistik (BPS) NTT, angka pengangguran di Kota Kupang, tercatat, di tahun 2025: Diproyeksikan tetap berada di angka tinggi (kisaran 8,2% – 8,5%), mengingat Kota Kupang merupakan titik kumpul utama bagi lulusan baru (fresh graduates) di wilayah NTT yang mencari kerja di sektor formal.
Tahun 2024: TPT melonjak menjadi 8,60% atau setara dengan 9.154 orang yang belum terserap lapangan kerja. Angka ini naik signifikan dibandingkan tahun 2023 yang berada pada angka 5,69%. (Lid)