IDETORIAL.com, Kupang – Kinerja perdagangan luar negeri Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami tekanan sepanjang Januari–September 2026. Nilai ekspor daerah ini tercatat sebesar US$49,87 juta atau turun 10,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Berdasar rilis Badan Pusat Statistik (BPS) NTT, Kamis, 3 November 2026 menyatakan penurunan tersebut terutama terlihat pada ekspor nonmigas yang selama sembilan bulan pertama 2026 mencapai US$47,67 juta. Nilai ini merosot 12,17 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Tekanan ekspor juga terjadi pada September 2026. Nilai ekspor NTT pada bulan tersebut hanya mencapai US$6,05 juta atau turun 16,3 persen dibandingkan September 2025.
Ekspor nonmigas September 2026 tercatat sebesar US$5,87 juta, turun 16,22 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Data tersebut menunjukkan pelemahan ekspor NTT tidak hanya terjadi secara kumulatif, tetapi juga berlanjut pada perkembangan bulanan. Kondisi ini menjadi perhatian karena ekspor merupakan salah satu indikator aktivitas perdagangan dan kemampuan produk daerah menembus pasar luar negeri.
Di sisi lain, nilai impor NTT justru mengalami penurunan lebih dalam. Sepanjang Januari–September 2026, nilai impor tercatat sebesar US$4,12 juta dengan volume mencapai 10.823,32 ton. Nilai tersebut turun 55,57 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Khusus September 2026, impor NTT hanya mencapai US$0,49 juta atau turun 79,7 persen dibandingkan September 2025.
Penurunan ekspor dan impor secara bersamaan memperlihatkan melemahnya nilai transaksi perdagangan luar negeri NTT. Namun, penurunan impor tidak serta-merta dapat diartikan sebagai peningkatan kemandirian ekonomi daerah karena perlu dilihat lebih lanjut jenis barang yang diimpor, kebutuhan industri, serta komoditas yang diperdagangkan.
Perkembangan ini juga menyisakan pertanyaan mengenai komoditas penyumbang ekspor, negara tujuan utama, serta faktor yang menyebabkan penurunan nilai perdagangan luar negeri NTT sepanjang 2026.
(Lidia)