GULIR UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Pemimpin Wilayah Bulog NTT, Arrahim K Kanam

Bulog NTT Kirim 2.200 Ton Jagung ke Jawa Timur, Pertama Kalinya dari Bumi Flobamora

IDETORIAL.com, Kupang – Perum Bulog Kantor Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat sejarah baru dengan mengirimkan 2.200 ton jagung ke Jawa Timur, menandai pertama kalinya komoditas hasil serapan petani NTT didistribusikan ke luar daerah melalui Bulog.

Pengiriman tersebut menjadi tonggak penting bagi sektor pertanian dan ketahanan pangan di NTT. Selain menunjukkan meningkatnya produksi jagung, capaian ini juga mencerminkan keberhasilan Bulog dalam menyerap hasil panen petani secara lebih optimal dibandingkan tahun sebelumnya.

Jika sepanjang 2025 Bulog NTT hanya mampu menyerap 334 ton jagung, maka hingga semester pertama 2026, jumlah serapan melonjak hampir tujuh kali lipat menjadi 2.200 ton.

“NTT terkenal dengan jagung, dan menariknya pada semester satu 2026, perdana Bulog NTT mengirimkan jagung hasil serapan ke Jawa Timur, bukan saja soal meningkat namun Bulog ikut menyalurkan,”terang Pemimpin Wilayah Bulog NTT, Arrahim K Kanam, Selasa, 14 Juli 2026.

Peningkatan signifikan ini didorong oleh kolaborasi Bulog bersama Polda NTT, Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan dan  penyuluh pertanian lapangan (PPL) di dua wilayah yang menjadi fokus pengadaan, yakni Kabupaten Kupang dan Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat.

Akbar, Sinode GMIT Gelar Pesparawi Perdana Libatkan 57 Klasis se-NTT

Hingga pertengahan 2026 realisasi pengadaan jagung telah mencapai sekitar 60 persen dari target yang ditetapkan. Dengan musim panen yang masih berlangsung di sejumlah sentra produksi, Bulog optimistis capaian tersebut akan terus meningkat pada semester kedua.

“Sekali lagi terimakasih pada para stakeholder, Pemprov, Pemda, Polda, TNI, peran PPL, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan mitra penggilingan, kita tidak bisa begini kalau tidak kerja kolaborasi,”ujar Arrahim.

Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi faktor utama dalam memperluas penyerapan hasil panen petani. Selain memberikan kepastian pasar, langkah tersebut juga membantu menjaga stabilitas harga jagung di tingkat petani sehingga mereka memperoleh nilai jual yang lebih baik.

Pengiriman 2.200 ton jagung ke Jawa Timur tidak hanya menjadi pencapaian bagi Bulog NTT, tetapi juga menandai perubahan posisi NTT dalam rantai pasok pangan nasional. Dari daerah yang selama ini lebih banyak menerima distribusi komoditas pangan, NTT kini mulai berperan sebagai daerah pemasok jagung ke luar wilayah.

Bulog NTT optimistis tren positif ini akan terus berlanjut seiring meningkatnya produksi jagung di berbagai sentra pertanian. Dengan dukungan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan instansi teknis, serapan jagung diperkirakan akan terus bertambah hingga akhir tahun, sekaligus memperkuat kontribusi NTT terhadap ketahanan pangan nasional.(Lid)

Kupang Percepat Ekonomi Digital, QRIS Parkir Resmi Diluncurkan

error: Konten ini dilindungi !!
× Advertisement
× Advertisement