GULIR UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
BI : Hasil Survei Penjualan Eceran

Survei BI : Penjualan Eceran NTT Diproyeksi Tumbuh 9,16 Persen

IDETORIAL.com, Kupang – Hasil Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia (BI) menunjukkan kinerja perdagangan ritel di Nusa Tenggara Timur (NTT) diprakirakan tetap tumbuh pada Juni 2026.

Dalam rilis tertulis Bi NTT, Jumat, 10 Juli 2026, menyatakan, Indeks Penjualan Riil (IPR) diproyeksikan mencapai 66,57 atau meningkat 9,16 persen secara tahunan (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada Mei 2026 yang sebesar 6,94 persen.

Berdasarkan hasil survei tersebut, peningkatan penjualan eceran terutama didorong oleh membaiknya penjualan pada kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi, Barang Lainnya, serta Kendaraan.

Sementara itu, pertumbuhan penjualan masih tertahan pada kelompok Barang Budaya dan Rekreasi, Sandang, serta Makanan, Minuman, dan Tembakau.

Secara bulanan (month to month/mtm), aktivitas perdagangan eceran juga diperkirakan mulai pulih. IPR Juni 2026 diproyeksikan tumbuh 0,42 persen dibandingkan bulan sebelumnya, setelah pada Mei 2026 mengalami kontraksi sebesar 17,15 persen.

Kemenkes, KOICA, dan UNFPA Luncurkan Proyek SPEED, Tekan Angka Kematian Ibu

Kondisi tersebut mengindikasikan mulai meningkatnya aktivitas belanja masyarakat seiring membaiknya konsumsi rumah tangga.

Perkembangan di NTT sejalan dengan proyeksi nasional. Bank Indonesia memperkirakan Indeks Penjualan Riil nasional pada Juni 2026 berada di level 221,6.

Meski masih mengalami kontraksi bulanan sebesar 0,8 persen, angka tersebut lebih baik dibandingkan kontraksi 1,5 persen pada Mei 2026. Perbaikan dipengaruhi mulai berlangsungnya masa libur sekolah pada akhir Juni yang mendorong peningkatan konsumsi masyarakat.

Di sisi lain, hasil survei BI juga menunjukkan adanya potensi peningkatan tekanan harga dalam beberapa bulan mendatang. Indeks Ekspektasi Harga (IEH) Agustus 2026 tercatat sebesar 197,9, lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya yang sebesar 194,7.

Peningkatan ekspektasi inflasi tersebut dipengaruhi kenaikan harga bahan baku serta biaya angkut dan distribusi barang.

Penunggak Pajak di NTT-NTB Ditindak, 154 Rekening Diblokir Serentak

Tekanan harga diperkirakan berlanjut hingga November 2026. IEH November tercatat sebesar 200,0, meningkat dari 197,6 pada periode sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru.

Survei BI tersebut mengindikasikan bahwa konsumsi rumah tangga di NTT masih menjadi penopang utama aktivitas ekonomi daerah. Meski tekanan inflasi diperkirakan meningkat pada paruh kedua tahun ini, prospek penjualan eceran yang tetap tumbuh menunjukkan optimisme pelaku usaha terhadap kondisi pasar dan daya beli masyarakat. (lid)

error: Konten ini dilindungi !!
× Advertisement
× Advertisement