IDETORIAL.com, Bali – Amerika Serikat memperkuat kerja sama regional untuk mengamankan rantai pasok semikonduktor dan mengawasi investasi lintas negara melalui lokakarya regional yang melibatkan pejabat pemerintah, pelaku industri, serta akademisi dari Indonesia, Filipina, dan Vietnam di Bali, 19–22 Oktober 2026.
Lokakarya Regional Semiconductor Supply Chain Security and Cross-Border Investment yang diselenggarakan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat itu berlangsung selama empat hari di Hyatt Regency Sanur. Program tersebut dilaksanakan oleh para ahli Sandia National Laboratories, laboratorium nasional di bawah Departemen Energi AS, atas nama Departemen Luar Negeri AS.
Kegiatan ini berfokus pada penguatan kemampuan negara-negara peserta dalam mengidentifikasi kerentanan rantai pasok semikonduktor, mengendalikan transfer teknologi, serta mengelola risiko investasi lintas negara. Isu tersebut dinilai penting karena keamanan teknologi semikonduktor berkaitan dengan kepentingan ekonomi dan keamanan nasional.
Asisten Deputi Pengembangan Industri Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Atong Soekirman, menyambut para peserta. Ia menekankan bahwa pengembangan rantai pasok semikonduktor tidak cukup hanya dengan memperluas perdagangan dan menarik investasi asing, tetapi juga harus memperkuat kapasitas industri dalam negeri dan menyiapkan tenaga kerja berkualitas.
“Tujuan kita seharusnya tidak hanya memperluas perdagangan dan menarik investasi, tetapi juga memperkuat kapabilitas dalam negeri Indonesia, mengembangkan talenta berkualitas tinggi, dan membangun peran yang lebih bermakna bagi Indonesia dalam rantai nilai semikonduktor global,” kata Soekirman.
Konsul Jenderal Amerika Serikat di Surabaya, Christopher Green, membuka lokakarya tersebut. Ia menegaskan pentingnya rantai pasok semikonduktor yang aman dan tangguh untuk mendukung pertumbuhan ekonomi serta keamanan nasional di kawasan Indo-Pasifik.
Menurut Green, kerja sama dengan Indonesia dan mitra regional lainnya juga diperlukan untuk mencegah transfer teknologi ilegal sekaligus membangun kapasitas praktis dalam melindungi teknologi strategis dan menarik investasi yang tepercaya.
“Rantai pasok semikonduktor yang aman sangat penting bagi kemakmuran dan keamanan Amerika Serikat serta mitra-mitra kami di Indo-Pasifik. Lokakarya ini membangun keahlian praktis yang dibutuhkan mitra kami untuk melindungi teknologi penting dan menarik investasi yang tepercaya,” kata Green.
Dalam lokakarya tersebut, para ahli Sandia National Laboratories memimpin diskusi dan latihan interaktif mengenai kompleksitas rantai pasok internasional untuk teknologi semikonduktor. Materi yang dibahas mencakup pengenalan cip semikonduktor, kerentanan rantai pasok, regulasi transfer teknologi, hingga tantangan pengendalian ekspor yang berkaitan dengan industri cip.
Peserta juga mempelajari mekanisme kerja sama pemerintah dan sektor swasta, manajemen risiko rantai pasok, serta instrumen investasi lintas negara, termasuk modal ventura, usaha patungan, ekuitas swasta, dan investasi greenfield atau pembangunan usaha baru.
Selain itu, diskusi diarahkan pada analisis risiko investasi, strategi mitigasi, dan praktik penyaringan investasi. Berbagai pendekatan tersebut dibahas untuk membantu pemerintah mengidentifikasi potensi risiko terhadap industri dalam negeri dan keamanan nasional tanpa mengabaikan peluang kerja sama ekonomi.
Peserta berasal dari kementerian dan lembaga yang menangani administrasi perdagangan strategis, penegakan hukum dan penuntutan, kebijakan ekonomi dan teknologi, investasi dan keuangan, serta urusan luar negeri dan dalam negeri. Perwakilan lembaga akademik dan penelitian yang memiliki perhatian terhadap keamanan rantai pasok semikonduktor turut ambil bagian.
Melalui lokakarya ini, Departemen Luar Negeri AS menegaskan komitmennya untuk memperkuat keamanan ekonomi dan ketahanan rantai pasok bersama negara-negara mitra di kawasan Indo-Pasifik. Bagi Indonesia, pembahasan tersebut juga menempatkan penguatan kapasitas industri domestik, pengembangan talenta, dan peningkatan peran dalam rantai nilai semikonduktor global sebagai bagian penting dari agenda kerja sama regional.