IDETORIAL.com, Kupang – Harga 30 komoditas pangan yang dipantau di sejumlah pasar di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih terpantau stabil hingga 13 Oktober 2026.
Kondisi ini bertahan di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang berpotensi memengaruhi distribusi dan harga kebutuhan pokok.
Direktur Utama Perumda Pasar Kota Kupang, Gandha Tallo, mengatakan hasil pemantauan di lapangan menunjukkan belum adanya gejolak kenaikan harga pada komoditas yang menjadi sampel pemantauan.
“Secara keseluruhan, harga hampir 30 komoditas yang kami pantau masih stabil. Sampai 13 Oktober, belum ada gejolak kenaikan harga,” kata Gandha, Rabu, 14 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, pemantauan dilakukan setiap hari, kecuali Minggu, dengan pengumpulan data harga secara langsung di pasar pada pukul 10.00 hingga 12.00 WITA. Data tersebut kemudian dipublikasikan agar masyarakat dapat mengetahui perkembangan harga kebutuhan pokok secara transparan.
Komoditas yang dipantau meliputi beras, minyak goreng premium, minyak goreng curah, cabai, bawang, tomat, berbagai jenis sayuran, daging sapi, hingga daging babi.
Menurut Gandha, keterbukaan informasi harga penting untuk membantu masyarakat, khususnya ibu rumah tangga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dalam merencanakan pengeluaran serta menyesuaikan kebutuhan belanja dengan kondisi pasar.
Di tengah isu kelangkaan BBM, ia mengimbau masyarakat agar tetap bijak dalam berbelanja dan tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying.
“Kami berharap masyarakat menyikapi persoalan kelangkaan BBM secara bijak. Jangan sampai kekhawatiran mendorong pembelian berlebihan. Kami terus memantau kondisi di lapangan dan memublikasikan harga agar masyarakat bisa mengetahui situasi pasar yang sebenarnya,” ujarnya.
Gandha menjelaskan, ketersediaan BBM berkaitan dengan aktivitas distribusi dan kegiatan ekonomi masyarakat. Karena itu, perkembangan kondisi di lapangan perlu terus dipantau untuk mengantisipasi kemungkinan dampaknya terhadap harga kebutuhan pokok.
Ia menegaskan, Perumda Pasar terus melakukan pemantauan dan menyampaikan informasi harga secara berkala sebagai salah satu upaya menjaga transparansi informasi pasar.
Masyarakat dapat mengakses perkembangan harga melalui Sistem Informasi Harga Pasar (Siharpa) pada laman www.perumdapasar.kotakupang.com.
Melalui sistem tersebut, masyarakat diharapkan dapat memperoleh informasi harga sebelum berbelanja, sehingga keputusan pembelian didasarkan pada kondisi aktual di pasar, bukan kekhawatiran yang belum terverifikasi.
(Lidia)