IDETORIAL.com, Kupang – Prestasi di arena pertandingan bukan satu-satunya hal yang dibawa pulang kontingen Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Kabupaten Badung, Bali. Kunjungan ke sejumlah lokasi wisata, termasuk desa wisata yang bersih, memberi para kenshi pengalaman baru tentang pentingnya menjaga lingkungan dan mengurangi sampah plastik.
Kontingen Perkemi NTT sebelumnya berhasil meraih juara umum pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Shorinji Kempo di Badung dengan membawa pulang 23 medali, terdiri dari 10 emas, sembilan perak, dan empat perunggu. Sebagai bentuk apresiasi atas prestasi tersebut, Ketua Umum Pengprov Perkemi NTT, Julie Sutrisno Laiskodat, memberikan kesempatan kepada para kenshi mengunjungi sejumlah lokasi wisata di Bali.
Di sela kunjungan itu, para kenshi melihat bagaimana kebersihan lingkungan menjadi bagian penting dari pengalaman wisata. Kondisi desa wisata yang terjaga dan kebiasaan mengurangi sampah plastik menarik perhatian mereka. Pengalaman tersebut kemudian menjadi pelajaran yang ingin diterapkan setelah kembali ke Kupang.
Salah satu peraih medali emas, Valaderon Mbau, yang akrab disapa Deron, mengatakan kunjungan itu membuatnya lebih memperhatikan kebersihan lingkungan, terutama persoalan sampah plastik.
“Dari kemarin kita melihat di sana banyak yang mengurangi sampah plastik. Jadi, di sini kita membersihkan sampah-sampah plastik di area sekitar,” kata Deron, Rabu, 14 Oktober 2026.
Bagi Deron, pengalaman melihat lingkungan yang bersih perlu ditindaklanjuti dengan tindakan nyata. Karena itu, kegiatan bersih-bersih menjadi salah satu cara menerapkan kebiasaan baik yang mereka temukan selama berada di Bali.
Pengurus Perkemi NTT, Dan tingkat II Melianus Sanga Baon, juga menekankan pentingnya membawa pulang pelajaran dari perjalanan tersebut. Menurut dia, pengalaman positif yang diperoleh di daerah lain dapat menjadi contoh untuk membangun kebiasaan yang lebih baik di lingkungan sendiri.
“Hal-hal kecil yang bisa dibuat oleh Perkemi, bahwa apa yang dilihat dibawa ke sini,” ujar Melianus.
Aksi bersih-bersih itu menjadi bentuk sederhana penerapan pengalaman para kenshi setelah kembali ke Kupang. Bagi Perkemi, pembelajaran tidak hanya berlangsung melalui latihan dan pertandingan, tetapi juga melalui pengalaman langsung yang menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
Kedisiplinan yang dibangun melalui olahraga kempo diharapkan dapat tercermin dalam perilaku sehari-hari, termasuk menjaga kebersihan dan mengurangi sampah plastik. Kebiasaan tersebut perlu dimulai dari diri sendiri dan lingkungan terdekat agar tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat.
Perjalanan ke Bali pun memberikan makna lebih bagi para kenshi. Selain membawa pulang medali sebagai hasil perjuangan di arena pertandingan, mereka mendapat pelajaran bahwa lingkungan bersih tidak cukup hanya dikagumi, tetapi perlu diwujudkan melalui tindakan nyata di daerah sendiri.
(Lidia)