IDETORIAL.com, Kupang — Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis bersama Kepala SMK Maritim Nusantara Kupang, Jesica Sodakain, menemui Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Pertemuan tersebut membawa agenda khusus, yakni menyampaikan prestasi sekaligus membahas kesiapan tim SMK Maritim Nusantara Kupang yang akan mewakili NTT dalam kompetisi Lomba Baris-Berbaris (LBB) Formasi dan Pengibaran Bendera tingkat nasional di Jakarta.
SMK Maritim Nusantara Kupang sebelumnya berhasil meraih juara pertama LBB Formasi dan Pengibaran Bendera Tingkat Provinsi/Kota Tahun 2026. Capaian tersebut mengantarkan sekolah tersebut menjadi wakil NTT pada kompetisi tingkat nasional.
Serena mengatakan prestasi para siswa tersebut patut mendapat apresiasi karena mereka tidak hanya membawa nama sekolah dan Kota Kupang, tetapi juga akan membawa nama NTT dalam kompetisi nasional.
Dalam pertemuan itu, Serena yang juga merupakan Ketua Panitia sekaligus Ketua Pelaksana Lomba Baris-Berbaris Formasi dan Pengibaran Bendera Tahun 2026 menjelaskan kepada Gubernur NTT mengenai proses pelaksanaan lomba hingga tahapan kompetisi nasional.
Menurut Serena, lomba tersebut merupakan bagian dari hajatan MPR RI yang digelar secara nasional. Para juara dari masing-masing daerah kemudian mendapat kesempatan untuk berkompetisi di tingkat nasional di Jakarta.
Ia meminta para siswa tetap menjaga disiplin, kekompakan dan semangat selama menjalani persiapan.
“Anak-anak harus terus berlatih dan mempersiapkan diri sebaik mungkin. Mereka akan membawa nama NTT, sehingga harus tampil dengan penuh semangat dan percaya diri,” ujar Serena.
Serena menilai kegiatan tersebut juga memiliki nilai penting dalam pembentukan karakter generasi muda. Latihan baris-berbaris, kata dia, tidak hanya berbicara tentang ketepatan gerakan, tetapi juga membangun disiplin, kepemimpinan, tanggung jawab dan kekompakan.
Sementara itu, Kepala SMK Maritim Nusantara Kupang, Jesica Sodakain, mengatakan pihak sekolah membutuhkan dukungan pemerintah untuk menghadapi kompetisi tingkat nasional.
Menurut Jesica, selama proses persiapan, para taruna dan taruni selama ini melakukan latihan dengan mengandalkan dukungan internal sekolah.
“Diharapkan juga dukungan dari pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Provinsi NTT, karena selama ini para taruna-taruni melakukan latihan hanya dari sekolah saja, tanpa pendampingan dari pihak mana pun,” kata Jesica.
Ia berharap dukungan pemerintah dapat membantu tim mempersiapkan berbagai kebutuhan menjelang keberangkatan ke Jakarta.
Jesica juga menyebut SMK Maritim Nusantara Kupang memiliki catatan tersendiri dalam kompetisi tersebut. Sekolah itu menjadi satu-satunya sekolah swasta yang lolos seleksi, sementara perwakilan dari sekitar 30 provinsi lainnya disebut berasal dari sekolah negeri.
“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah sehingga peserta dapat mempersiapkan diri lebih maksimal untuk membawa nama Provinsi NTT di tingkat nasional,” ujarnya.
Pertemuan tersebut sekaligus menjadi upaya memperkuat dukungan pemerintah terhadap siswa berprestasi yang akan membawa nama daerah di tingkat nasional.
Bagi SMK Maritim Nusantara Kupang, kompetisi di Jakarta bukan hanya soal mempertahankan prestasi, tetapi juga kesempatan menunjukkan kemampuan dan semangat generasi muda NTT di panggung nasional.
(lid)