GULIR UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jefry Edward Pelt, S.H

Lomba Bertutur 2026, Literasi dan Karakter Jadi Investasi Generasi Muda Kota Kupang 

IDETORIAL.com, Kupang — Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang menegaskan pentingnya literasi dan pembentukan karakter sebagai investasi jangka panjang bagi generasi muda.

Pesan tersebut mengemuka dalam pembukaan Lomba Bertutur bagi siswa SD/MI sederajat tingkat Kota Kupang Tahun 2026 yang digelar Dinas Kearsipan dan Perpustakaan yang berlangsung selama tiga hari, sejak tanggal 11 – 13 Agustus 2026

Sebanyak 75 siswa kelas 4 dan 5 SD/MI sederajat, baik sekolah negeri maupun swasta di Kota Kupang, ambil bagian dalam ajang tersebut. Para peserta membawakan cerita rakyat, legenda maupun kisah kepahlawanan sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kembali kekayaan budaya lokal sekaligus menanamkan nilai-nilai positif kepada anak.

Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jefry Pelt mengatakan, Lomba Bertutur tidak boleh dipandang semata-mata sebagai ajang untuk mencari pemenang. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk membangun kemampuan membaca, memahami informasi dan menyampaikan kembali informasi kepada orang lain.

“Lomba literasi ini bukan semata-mata mencari juara. Sesungguhnya kita ingin menginvestasikan bagi anak-anak kita tentang bagaimana cara membaca yang baik, memahami sebuah cerita, dan yang paling penting adalah bagaimana membagikan informasi itu secara baik kepada orang lain,” ujar Jefry, Kamis, 13 Agustus 2026.

Program “CEO for a Day Indonesia” Pertemukan Pemimpin Perempuan dan Agen Perubahan Masa Depan

Menurutnya, kemampuan literasi perlu dibangun sejak usia dini karena tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca, tetapi juga bagaimana anak memahami pesan, mengolah informasi dan menyampaikannya secara tepat.

Melalui cerita-cerita rakyat yang dibawakan peserta, Pemkot Kupang juga ingin mendorong agar budaya dan kisah-kisah daerah tetap dikenal oleh generasi muda. Cerita tersebut diharapkan dapat menjadi media pembelajaran sekaligus menanamkan nilai kehidupan yang positif.

Jefry menilai, anak-anak yang memiliki kebiasaan membaca dan mampu memahami informasi dengan baik akan memiliki bekal penting dalam menghadapi perkembangan zaman. Karena itu, penguatan budaya literasi harus dilakukan secara berkelanjutan, baik di sekolah maupun di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Lomba Bertutur ini juga menjadi salah satu langkah strategis Pemkot Kupang dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM), sekaligus menumbuhkan minat baca dan kecintaan anak terhadap karya budaya bangsa.

Ketua Panitia Lomba Bertutur, Erni Kelendonu, mengatakan peserta merupakan siswa kelas 4 dan 5 SD/MI sederajat dari sekolah negeri maupun swasta di Kota Kupang.

OJK Catat Pembiayaan UMKM Rp1.9 Triliun, Akses Modal Terus Diperluas

“Total peserta yang mengikuti lomba sebanyak 75 orang dari sekolah negeri maupun swasta di Kota Kupang,” kata Erni.

Pemkot Kupang berharap Lomba Bertutur tidak berhenti sebagai kompetisi tahunan, tetapi menjadi bagian dari gerakan membangun budaya literasi sejak dini.

Keberanian tampil, kemampuan memahami cerita, serta kecintaan terhadap budaya lokal diharapkan menjadi bekal bagi generasi muda untuk tumbuh sebagai pribadi yang berkarakter dan berwawasan luas.

(Lid)

OJK : Literasi dan Inklusi Keuangan Indonesia Meningkat, Tembus Target RPJMN 2029
error: Konten ini dilindungi !!
× Advertisement
× Advertisement