IDWTORIAL.com, Alor — Masyarakat Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras. Perum BULOG memastikan stok beras di Gudang BULOG Kalabahi Kota saat ini mencapai sekitar 1.500 ton dan dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Namun, stok yang melimpah tersebut tidak hanya disimpan di gudang. BULOG memperkuat penyaluran beras dengan memperluas pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) agar masyarakat dapat memperoleh bahan pangan pokok dengan harga terjangkau.
GPM digelar pada Minggu, 9 Agustus 2026 di GBI Filadelfia Mali dan Gereja Ebenhaeser Hula. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya BULOG mendekatkan akses pangan kepada masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga di daerah.
Pelaksanaan GPM turut dihadiri Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo, Kepala Divisi Penjualan Pasar Pemerintah Perum BULOG Fauzan Dipo Pribadi, serta Pemimpin Wilayah BULOG Kanwil NTT Arrahim K Kanam.
Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma mengapresiasi langkah BULOG yang terus memperkuat distribusi pangan melalui GPM. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata sinergi pemerintah untuk memastikan pangan tidak hanya tersedia, tetapi juga dapat dijangkau masyarakat dengan harga yang terjangkau.
“Kami mengapresiasi BULOG yang terus hadir di tengah masyarakat melalui Gerakan Pangan Murah. Ini merupakan langkah konkret untuk memastikan masyarakat mendapatkan pangan dengan harga yang terjangkau. Pemerintah Provinsi NTT akan terus mendukung upaya menjaga ketahanan dan stabilitas pangan di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur, termasuk di Kabupaten Alor,” ujar Johni.
Ia menilai tantangan distribusi pangan di NTT tidak dapat dilepaskan dari kondisi geografis daerah yang terdiri atas banyak pulau. Karena itu, diperlukan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BULOG, dan seluruh pemangku kepentingan.
“Alor merupakan bagian penting dari NTT yang memiliki karakteristik geografis tersendiri. Karena itu, ketersediaan dan kelancaran distribusi pangan harus menjadi perhatian bersama. Kita ingin memastikan masyarakat, termasuk di wilayah kepulauan, dapat memperoleh pangan dengan mudah dan harga yang terjangkau,” katanya.
Sementara itu, Kepala Divisi Penjualan Pasar Pemerintah Perum BULOG Fauzan Dipo Pribadi mengatakan, stok beras sekitar 1.500 ton menjadi modal penting untuk menjaga pasokan sekaligus memperluas distribusi pangan di Alor.
“Stok beras BULOG di Alor saat ini sekitar 1.500 ton. Ini menunjukkan bahwa pasokan beras dalam kondisi aman. Karena itu, stok yang tersedia akan terus kami gerakkan agar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, salah satunya melalui Gerakan Pangan Murah,” ujar Fauzan.
Menurutnya, GPM bukan sekadar kegiatan penjualan pangan murah, tetapi menjadi salah satu instrumen untuk memastikan stok beras BULOG bergerak dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Prinsipnya kami ingin stok yang ada tidak hanya tersimpan di gudang, tetapi juga bergerak dan hadir lebih dekat dengan masyarakat. Kami akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar pelaksanaan GPM dapat dilakukan secara masif dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari Pemerintah Kabupaten Alor. Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo menyambut baik kolaborasi BULOG dengan pemerintah dalam memperluas akses masyarakat terhadap pangan pokok dengan harga terjangkau.
Menurutnya, kehadiran GPM di tengah masyarakat menjadi langkah positif untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan sekaligus menjaga stabilitas harga di Kabupaten Alor.
Pemimpin Wilayah BULOG Kanwil NTT Arrahim K Kanam menegaskan, BULOG terus menjaga ketersediaan dan kelancaran distribusi beras di seluruh wilayah NTT, termasuk daerah kepulauan seperti Alor.
“BULOG memastikan masyarakat di Alor tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras. Stok yang ada cukup dan akan terus kami distribusikan melalui berbagai kanal. GPM menjadi salah satu upaya kami untuk mendekatkan akses pangan kepada masyarakat,” jelas Arrahim.
Menurutnya, kondisi geografis kepulauan menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menjaga distribusi pangan di NTT. Karena itu, koordinasi dengan pemerintah daerah, mitra kerja, dan berbagai elemen masyarakat terus diperkuat.
“Semangat kami adalah memastikan pangan tersedia, terjangkau, dan mudah diakses masyarakat. Karena itu, BULOG akan terus hadir dan bergerak bersama pemerintah daerah serta seluruh stakeholder untuk menjaga stabilitas pangan di NTT,” katanya.
Pelaksanaan GPM di GBI Filadelfia Mali dan Gereja Ebenhaeser Hula menjadi bagian dari strategi BULOG untuk memperluas jangkauan distribusi pangan hingga lebih dekat dengan masyarakat.
Dengan stok beras yang mencapai sekitar 1.500 ton, BULOG memiliki ruang untuk terus mengoptimalkan penyaluran pangan di Alor. Fokusnya bukan hanya memastikan beras tersedia di gudang, tetapi memastikan stok tersebut bergerak dan sampai ke tangan masyarakat dengan harga yang terjangkau.
Sinergi pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kabupaten Alor, dan BULOG pun terus diperkuat untuk menjaga ketahanan serta stabilitas pangan, khususnya di wilayah kepulauan.
Bagi BULOG, ukuran keberhasilan bukan semata berapa banyak beras yang tersimpan, tetapi seberapa jauh stok tersebut mampu hadir di tengah masyarakat ketika dibutuhkan.
(Lid)