IDETORIAL.com, Kupang – Jumlah angkatan kerja di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Mei 2026 mencapai 3,19 juta orang, meningkat sekitar 10 ribu orang dibandingkan Februari 2026.
Meski demikian, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) tercatat 76,81 persen, atau turun 0,13 persen poin dibandingkan periode sebelumnya.
Dalam rilis BPS NTT, Kamis, 6 Agustus 2026, hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) mencatat, jumlah penduduk yang bekerja pada Mei 2026 mencapai 3,08 juta orang, relatif tidak berubah dibandingkan Februari 2026. Data ini menunjukkan kondisi pasar kerja di NTT masih stabil, meski partisipasi angkatan kerja mengalami sedikit penurunan.
Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan tetap menjadi tulang punggung penyerapan tenaga kerja di NTT. Lapangan usaha ini menyerap sekitar 1,57 juta pekerja, atau 51,04 persen dari total penduduk bekerja. Artinya, lebih dari separuh tenaga kerja di NTT masih menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian dan usaha berbasis sumber daya alam.
Dominasi sektor pertanian tersebut mencerminkan bahwa struktur ekonomi NTT masih bertumpu pada sektor primer. Karena itu, peningkatan produktivitas, nilai tambah hasil pertanian, serta pengembangan sektor industri dan jasa menjadi tantangan sekaligus peluang untuk menciptakan lapangan kerja yang lebih beragam di masa mendatang.
(Lid)