GULIR UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Opening Ceremony Garuda Sakti Cross Border Fest 2026 yang dilaksanakan di Atambua.

BI NTT Perkuat Kedaulatan Rupiah di Perbatasan Lewat Garuda Sakti Cross Border Fest 2026

IDETORIAL.com, Atambua – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memperkuat edukasi dan penggunaan Rupiah di kawasan perbatasan melalui Garuda Sakti Cross Border Fest 2026 di Atambua, Kabupaten Belu.

Mengusung tema “Rupiah Berdaulat & Bergema di Beranda Negeri”, kegiatan yang berlangsung 4–8 Agustus 2026 tersebut, tidak hanya menjadi ajang edukasi Rupiah, tetapi juga diarahkan untuk mendorong aktivitas ekonomi masyarakat melalui digitalisasi pembayaran, pemberdayaan UMKM, serta penguatan literasi keuangan.

Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT, Adidoyo Prakoso, dalam rilis tertulis, Jumat, 7 Agustus 2026 mengatakan, penggunaan Rupiah di kawasan perbatasan memiliki makna lebih luas karena berkaitan langsung dengan kedaulatan negara.

“Rupiah bukan sekadar alat pembayaran, tetapi juga simbol identitas dan kedaulatan bangsa yang harus digunakan dalam setiap transaksi di wilayah Indonesia,”tandas Adidoyo

Menurut dia, Rupiah adalah simbol kedaulatan dan identitas bangsa yang perlu dicintai, dibanggakan, dan digunakan dalam setiap transaksi di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ribuan Warga Padati Stadion Oepoi Kupang, Hadiri KKR GMS Bersama Ps. Philip Mantofa

Pesan tersebut menjadi penting bagi Kabupaten Belu yang berbatasan langsung dengan Timor-Leste dan memiliki mobilitas masyarakat serta aktivitas ekonomi lintas batas yang cukup tinggi.

Karena itu, rangkaian Garuda Sakti Cross Border Fest tidak hanya berisi kampanye Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah, tetapi juga memperkenalkan QRIS, edukasi Pelindungan Konsumen (PEKA), pasar murah, serta bazar yang melibatkan sekitar 120 UMKM lokal.

Dari sisi digitalisasi pembayaran, pasar murah yang digelar dalam rangkaian kegiatan tersebut mencatat 420 transaksi menggunakan QRIS. Capaian ini menunjukkan semakin luasnya pemanfaatan pembayaran digital oleh masyarakat di kawasan perbatasan.

Sementara itu, lebih dari 1.000 masyarakat menghadiri opening ceremony dan mengikuti berbagai kegiatan edukasi mengenai Rupiah, QRIS, serta perlindungan konsumen.

BI NTT bersama Pemerintah Kabupaten Belu juga meresmikan Pojok Literasi CBP Rupiah sebagai ruang edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Fasilitas tersebut diharapkan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai cara merawat Rupiah, menggunakan Rupiah dalam transaksi, serta memahami perannya dalam perekonomian.

Jemaat Padati Stadion Oepoi Kupang, Ikuti “Saat Teduh Bersama” Ps. Philip Mantofa

Selain literasi Rupiah dan digitalisasi, Garuda Sakti juga memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas pasar. Sekitar 120 UMKM mengikuti bazar dengan menampilkan berbagai produk lokal kepada masyarakat dan pengunjung kegiatan.

Kepala Biro Data dan Sistem Informasi Kementerian Pariwisata RI, Nova Arisne, berharap Garuda Sakti Cross Border Fest dapat terus berkembang sebagai agenda unggulan kawasan perbatasan sekaligus memberikan dampak terhadap kemajuan Kabupaten Belu.

Bupati Belu, Willybrodus Lay, turut menyampaikan apresiasi atas kolaborasi BI NTT, Kementerian Pariwisata, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Garuda Sakti Cross Border Fest 2026 juga menghadirkan pameran produk hasil pemanfaatan Limbah Racik Uang Kertas (LRUK) serta Mobil Literamove sebagai sarana literasi bergerak mengenai kebanksentralan, Rupiah, dan ekonomi digital.

Rangkaian kegiatan berlangsung hingga 8 Agustus 2026 dan akan ditutup dengan apresiasi bagi para pemenang Garuda Championship serta Guru Penggerak di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T).

Pertamina Edukasi 1.200 Pramuka NTT soal LPG Aman Lewat Jambore Daerah

Melalui kegiatan tersebut, BI NTT menempatkan kawasan perbatasan bukan hanya sebagai wilayah terdepan secara geografis, tetapi juga sebagai ruang strategis untuk memperkuat kedaulatan Rupiah, memperluas transaksi digital, dan menggerakkan ekonomi masyarakat.

Rupiah Berdaulat, Ekonomi Perbatasan Menguat.

(Lid)

error: Konten ini dilindungi !!
× Advertisement
× Advertisement