GULIR UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Kunjungan Kerja Komisi IX DPR RI bersama Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan

TB dan HIV Masih Mengancam Kota Kupang, Wawali Serena “Curhat” Keterbatasan Layanan ke Komisi IX DPR RI

IDETORIAL.com, Kupang – Ancaman tuberkulosis (TB) dan HIV/AIDS di Kota Kupang kembali menjadi sorotan nasional. Di hadapan Komisi IX DPR RI, Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, secara terbuka mengungkap berbagai persoalan serius yang masih membayangi layanan kesehatan di daerah, mulai dari keterbatasan obat HIV, belum meratanya layanan pengobatan TB, hingga stigma yang masih menghantui para penderita.

Hal tersebut disampaikan saat menerima kunjungan kerja Komisi IX DPR RI bersama Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan di Ruang Rapat Garuda Lantai II Kantor Wali Kota Kupang, Kamis, 21 Mei 2025.

Kunjungan yang dipimpin Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, drg. Putih Sari, itu turut dihadiri jajaran Kementerian Kesehatan, BPJS Kesehatan, DPRD Kota Kupang, pimpinan OPD, serta Sekretaris KPA Kota Kupang.

Dalam forum tersebut, Serena menegaskan bahwa persoalan TB dan HIV di Kota Kupang tidak bisa lagi dipandang sebagai isu kesehatan biasa. Menurutnya, penyakit tersebut telah menjadi persoalan sosial dan kemanusiaan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.

“Di balik angka kasus itu ada keluarga yang menderita, ada anak muda yang kehilangan rasa percaya diri, ada warga yang takut berobat karena stigma. Ini bukan sekadar penyakit, tetapi persoalan kemanusiaan,” tegas Serena.

BI NTT dan Pemprov NTT Perkuat Literasi Generasi Muda, 1.000 Buku hingga Mobil Literasi Diluncurkan

Ia mengungkapkan, Pemerintah Kota Kupang sebenarnya terus berupaya memperkuat penanganan TB dan HIV melalui edukasi masyarakat, penguatan layanan puskesmas, hingga pendampingan komunitas. Namun, berbagai keterbatasan membuat upaya tersebut belum berjalan maksimal.

Salah satu persoalan yang disoroti adalah belum meratanya layanan TB hingga tahap pengobatan di fasilitas kesehatan serta terbatasnya ketersediaan obat HIV. Selain itu, stigma terhadap penderita TB dan HIV masih menjadi tantangan besar, terutama di kalangan generasi muda.

Tak hanya soal TB dan HIV, Serena juga membeberkan sederet kebutuhan mendesak sektor kesehatan di Kota Kupang. Mulai dari kebutuhan tambahan puskesmas di Kecamatan Kelapa Lima, penguatan layanan cath lab jantung, rehabilitasi ruang radiologi rumah sakit, hingga perbaikan lift rumah sakit yang dinilai mendesak.

“Kami membutuhkan dukungan nyata dari pemerintah pusat. Dengan keterbatasan fiskal daerah, kami tidak bisa berjalan sendiri,” ujarnya.

Di tengah berbagai keterbatasan tersebut, Pemerintah Kota Kupang juga tetap mendorong program perlindungan kesehatan perempuan melalui vaksin HPV gratis untuk pencegahan kanker serviks. Program tersebut berjalan beriringan dengan Program Ina Kasih yang menyediakan pembalut gratis bagi perempuan prasejahtera.

Pemkot Kupang Beli 20 Motor Rp470 Juta Bagi Juru Pungut, Bapenda Klaim Hanya Terima 3 Unit

“Hari ini kami tidak hanya bicara soal program, tetapi soal menyelamatkan masa depan keluarga dan martabat perempuan Kota Kupang,” kata Serena.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, drg. Putih Sari, mengakui bahwa TB dan HIV masih menjadi ancaman serius nasional. Menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga memicu persoalan sosial, ekonomi, diskriminasi, hingga kesehatan mental pasien.

“Penanganan TB dan HIV tidak bisa setengah-setengah. Harus ada langkah terintegrasi dan keberpihakan nyata kepada pasien,” tegas Putih Sari.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap langkah Pemerintah Kota Kupang melalui Program Ina Kasih yang dinilai menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya perempuan dan kelompok rentan.

Menurut Putih Sari, hasil kunjungan kerja di Kota Kupang akan menjadi bahan evaluasi Komisi IX DPR RI bersama Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan guna memperkuat kebijakan penanganan TB dan HIV secara nasional. (lid/hms)

Gejolak Global Menguat, OJK Pastikan Perbankan Nasional Tetap Stabil dan Likuid

error: Konten ini dilindungi !!
× Advertisement
× Advertisement