IDETORIAL.com, Tangerang – Amerika Serikat (AS) memperluas promosi produk pangan dan pertaniannya ke pasar Indonesia melalui program Rasa Amerika yang untuk pertama kalinya hadir dalam pameran Krista Interfood 2026.
Inisiatif ini bertujuan memperkenalkan kualitas, keragaman, dan fleksibilitas produk pangan AS sekaligus membuka peluang perdagangan dan kemitraan dengan pelaku industri makanan Indonesia.
Program yang dihadirkan Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) melalui Kantor Urusan Pertanian (Foreign Agricultural Services) di Kedutaan Besar AS di Jakarta tersebut berlangsung pada 4–7 November 2026 di NICE PIK 2, Tangerang.
Melalui stan khusus Rasa Amerika, pengunjung yang terdiri atas konsumen dan profesional industri makanan dapat mengenal berbagai produk pertanian unggulan AS serta melihat penerapannya dalam beragam hidangan yang memadukan bahan pangan Amerika dengan cita rasa Indonesia.
Selama empat hari pameran, USDA menghadirkan empat koki Indonesia, yakni Jordhi Aldyan, Norman Ismail, Stefu Santoso, dan Vania Wibisono, untuk memandu demonstrasi memasak secara langsung.
Mereka menggunakan sejumlah produk pertanian AS, antara lain daging sapi dengan pakan biji-bijian (grain-fed), salmon Alaska hasil tangkapan liar, keju California, kismis California, cranberry AS, serta apel Washington.
Berbagai bahan pangan tersebut diolah menjadi hidangan kreatif yang menggabungkan karakter produk Amerika dengan kekayaan kuliner Indonesia. Menu yang diperkenalkan antara lain steik daging sapi AS dengan saus tuturuga dan acar apel Washington, salmon Alaska panggang dengan saus mangut, serta serabi khas Indonesia yang dipadukan dengan keju California dan salmon Alaska.
Selain demonstrasi memasak, stan Rasa Amerika juga menyediakan sesi mencicipi makanan setiap hari. Pengunjung dapat menikmati hidangan khas Indonesia dan camilan sehari-hari yang menggunakan bahan-bahan pangan asal Amerika Serikat.
Atase Pertanian Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, Lisa Ahramjian, Jumat, 6 November 2026 mengatakan, produk pertanian AS memiliki kombinasi kualitas, keragaman, dan fleksibilitas yang dapat memenuhi kebutuhan konsumen maupun profesional industri makanan di Indonesia.
“Produk pertanian Amerika Serikat menawarkan kombinasi menarik antara kualitas, keragaman, dan fleksibilitas bagi konsumen maupun profesional industri makanan di Indonesia,” ujar Lisa.
Ia menjelaskan, kehadiran Rasa Amerika tidak hanya memperkenalkan produk pangan AS, tetapi juga menunjukkan peluang pengembangan kreasi kuliner melalui pemanfaatan bahan-bahan tersebut.
“Melalui Rasa Amerika, kami senang dapat menunjukkan bagaimana bahan-bahan asal Amerika mampu menginspirasi kreasi kuliner baru, sekaligus membuka peluang bagi pelaku bisnis pertanian AS dan Indonesia untuk saling terhubung dan tumbuh bersama,” katanya.
Untuk memperkuat pengenalan produk dan membuka jaringan perdagangan, USDA turut menggandeng sejumlah importir Indonesia, yakni Kaifa Food, Primasari Eterna, dan Healthy Choice.
Kolaborasi tersebut juga melibatkan organisasi industri pertanian Amerika Serikat, seperti Washington Apple Commission, California Milk Advisory Board, Raisin Administrative Committee, dan Food Export.
Para mitra tersebut memperkenalkan produk masing-masing sekaligus menjalin komunikasi dengan perwakilan industri makanan dan calon mitra bisnis di Indonesia.
Keterlibatan importir dan organisasi industri menjadi bagian penting dalam mempertemukan pemasok produk pertanian AS dengan kebutuhan pasar Indonesia. Melalui kegiatan ini, pelaku usaha kedua negara memiliki kesempatan untuk membangun hubungan bisnis, menjajaki kemitraan, dan memperluas akses pasar produk pangan.
Debut Rasa Amerika dalam Krista Interfood 2026 sekaligus menjadi sarana promosi langsung produk pertanian dan pangan AS kepada konsumen serta industri makanan Indonesia. Pendekatan melalui demonstrasi memasak dan pengalaman mencicipi produk diharapkan dapat memperlihatkan fleksibilitas bahan pangan Amerika untuk diolah menjadi berbagai jenis masakan lokal.
Rasa Amerika merupakan inisiatif promosi Kantor Urusan Pertanian USDA di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta. Program ini dijalankan melalui kemitraan industri, demonstrasi memasak, dan kegiatan yang melibatkan konsumen untuk memperkenalkan kualitas serta keragaman produk pangan dan pertanian AS sekaligus mendorong penggunaannya dalam berbagai hidangan khas Indonesia.
(Lidia)