GULIR UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Ilustrasi

Produksi Jagung NTT Turun 10,13 Persen

IDETORIAL.com, Kupang – Produksi jagung Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 2026 diperkirakan mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Di tengah penyusutan produksi jagung, produksi padi justru menunjukkan peningkatan hingga menembus 1 juta ton gabah kering giling (GKG).

Data statistik pertanian NTT yang disampaikan dalam rilis Badan Pusat Statistik (BPS) NTT, Kamis, 5 November 2026 menunjukkan, produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen pada 2026 diperkirakan mencapai 274,39 ribu ton. Angka ini turun 30,94 ribu ton atau 10,13 persen dibandingkan produksi 2025 yang mencapai 305,34 ribu ton.

Penurunan produksi tersebut sejalan dengan menyusutnya luas panen jagung. Pada 2026, luas panen diperkirakan hanya 103,32 ribu hektare, berkurang 11,20 ribu hektare atau 9,78 persen dibandingkan 2025 yang mencapai 114,52 ribu hektare.

Penyusutan luas panen menjadi salah satu indikator penting yang perlu dicermati dalam upaya menjaga produksi jagung sebagai salah satu komoditas pangan utama masyarakat NTT.

Berbeda dengan jagung, sektor padi justru mencatat perkembangan positif. Luas panen padi pada 2026 mencapai 219,15 ribu hektare, meningkat 7,06 ribu hektare atau 3,33 persen dibandingkan 2025 yang sebesar 212,09 ribu hektare.

Wamenlu AS Bahas Kesepakatan Bisnis Senilai US$2 Miliar dengan Indonesia

Peningkatan luas panen tersebut diikuti kenaikan produksi padi. Sepanjang 2026, produksi padi diperkirakan mencapai 1.000,95 ribu ton GKG atau meningkat 32,62 ribu ton, setara 3,37 persen dibandingkan produksi 2025 sebesar 968,32 ribu ton GKG.

Kenaikan produksi padi juga berdampak pada peningkatan ketersediaan beras. Produksi beras untuk konsumsi pangan penduduk pada 2026 diperkirakan mencapai 586,28 ribu ton, bertambah 19,11 ribu ton atau 3,37 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 567,18 ribu ton.

Perbedaan arah perkembangan produksi jagung dan padi memperlihatkan kondisi pertanian NTT tidak bergerak seragam. Ketika produksi padi meningkat, produksi jagung justru mengalami penyusutan, terutama akibat berkurangnya luas panen.

Kondisi ini menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan produksi pangan. Peningkatan produksi padi perlu dipertahankan, sementara penyusutan luas panen dan produksi jagung perlu dicermati agar tidak mengganggu ketersediaan pangan serta aktivitas ekonomi petani.

(Lidia)

Penumpang Pesawat dan Kapal di NTT Turun, Angkutan Laut Anjlok 20,74 Persen

error: Konten ini dilindungi !!
× Advertisement
× Advertisement