GULIR UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Jumpa Pers BPS NTT

Inflasi NTT Oktober 2026 Tercatat 0,15 Persen

IDETORIAL.com, Kupang – Inflasi di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Oktober 2026 tercatat sebesar 0,15 persen secara bulanan atau month-to-month (mtm), dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 110,52.

Kenaikan harga terutama dipengaruhi kelompok pengeluaran pendidikan, transportasi, serta perlengkapan dan pemeliharaan rutin rumah tangga.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) NTT, inflasi tahun kalender atau year-to-date (ytd) pada Oktober 2026 mencapai 1,45 persen. Sementara inflasi tahunan atau year-on-year (yoy), dibandingkan Oktober 2025, tercatat sebesar 2,87 persen.

Dari sebelas kelompok pengeluaran, pendidikan mengalami inflasi tertinggi sebesar 1,03 persen dengan andil 0,04 persen terhadap inflasi bulanan. Disusul kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga yang mengalami inflasi 0,54 persen dengan andil 0,02 persen.

“Pada Oktober 2026, NTT mengalami inflasi untuk mtm, 0,15persen, setelah tiga bulan berturut kalau kita ikuti NTT mengalami inflasi untuk mtm, ini disebabkan kenaikan 9 dari 11 kelompok pengeluaran,”jelas Kepala BPS NTT, Matamira Kale, dalam jumpa pers bulanan, Senin, 2 Oktober 2026.

Bappenas, FAO, dan AOI Luncurkan Statistik Pertanian Organik, Dorong Pangan Berkelanjutan

Kelompok transportasi juga mencatat inflasi sebesar 0,47 persen dengan andil 0,06 persen. Sementara kelompok kesehatan mengalami inflasi 0,13 persen, makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,12 persen, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,08 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,06 persen, rekreasi, olahraga, dan budaya 0,04 persen, serta informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,02 persen.

Sebaliknya, dua kelompok pengeluaran mengalami deflasi. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami deflasi sebesar 0,35 persen dengan andil minus 0,02 persen. Kelompok pakaian dan alas kaki juga mengalami deflasi sebesar 0,01 persen.

Secara keseluruhan, inflasi bulanan Oktober 2026 sebesar 0,15 persen menunjukkan adanya kenaikan harga barang dan jasa dibandingkan September 2026. Perkembangan inflasi tahunan yang mencapai 2,87 persen menjadi salah satu indikator yang perlu dicermati dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat di NTT.

“Pada Oktober ini, seluruh wilayah mengalami inflasi dan terlihat masih dalam rentang target yang dibuat oleh pemerintah,”tutup Matamira.

(Lidia)

Pertamina Optimalkan Pasokan Pertalite di Sikka

error: Konten ini dilindungi !!
× Advertisement
× Advertisement