IDETORIAL.com, Kupang – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami inflasi year on year (y-on-y) sebesar 2,43 persen pada Juli 2026 dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 111,18. Angka tersebut masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional.
Berdasarkan Berita Resmi Statistik (BRS) yang dirilis BPS pada Senin, 3 Agusutus 2026, inflasi tahunan tertinggi terjadi di Waingapu sebesar 3,11 persen dengan IHK 113,30. Sementara inflasi terendah tercatat di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) sebesar 1,82 persen dengan IHK 111,26.
Secara tahunan, inflasi di NTT dipicu kenaikan harga pada sembilan dari sebelas kelompok pengeluaran. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang kenaikan tertinggi dengan inflasi mencapai 13,49 persen. Selanjutnya diikuti kelompok transportasi sebesar 3,55 persen, kesehatan sebesar 2,92 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,37 persen, serta perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,92 persen.
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga mengalami kenaikan sebesar 1,50 persen, disusul informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,12 persen, perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,07 persen, serta pakaian dan alas kaki sebesar 0,82 persen.
Di sisi lain, dua kelompok pengeluaran justru mengalami penurunan indeks harga, yakni rekreasi, olahraga, dan budaya yang mengalami deflasi 0,10 persen, serta pendidikan yang turun 2,48 persen.
Sementara itu, secara bulanan (month to month/m-to-m), Provinsi NTT mengalami deflasi sebesar 0,14 persen pada Juli 2026. Adapun secara kumulatif sejak awal tahun (year to date/y-to-d), inflasi tercatat sebesar 2,06 persen.
Data BPS menunjukkan laju inflasi di NTT pada Juli 2026 masih relatif terkendali, meski tekanan harga masih terjadi pada sejumlah kelompok pengeluaran, terutama sektor perawatan pribadi, transportasi, dan layanan kesehatan. Hal ini menjadi perhatian pemerintah dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk terus menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.