IDETORIAL.com, Kupang – Wali Kota Kupang, Christian Widodo, menegaskan pengendalian inflasi harus dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat melalui stabilisasi harga kebutuhan pokok.
Komitmen itu diwujudkan dengan pelaksanaan Pasar Murah Bersubsidi di 27 titik di seluruh Kota Kupang, yang diawali dengan pembukaan kegiatan di Masjid Al Istiqomah, Kelurahan Tuak Daun Merah (TDM), Senin, 9 Maret 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan tersebut bertujuan membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga lebih terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga menjelang meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Turut hadir Anggota DPRD Kota Kupang Muhammad Ramli, Ketua MUI Kota Kupang H. Muhammad MS., Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kupang Ignasius Repelita Lega, para kepala perangkat daerah, camat, lurah, Imam Masjid Al Istiqomah H. Muhammad Gaus, serta masyarakat Kelurahan TDM dan sekitarnya.
Dalam sambutannya, Christian Widodo mengapresiasi kolaborasi antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Bank Indonesia, distributor, dan pelaku usaha yang mendukung penyelenggaraan pasar murah.
“Terima kasih untuk Dinas Perindag, juga untuk BI, para distributor, dan pelaku usaha yang sudah terlibat. Pasar murah ini adalah bentuk kerja sama kita semua untuk membantu masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, inflasi bukan sekadar persoalan indikator ekonomi, melainkan berkaitan langsung dengan kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Inflasi itu bukan sekadar angka statistik. Kita tidak hanya bicara angka inflasi, tapi bicara harga cabai di pasar, harga beras, harga minyak goreng, dan ketersediaan gula di dapur masyarakat. Jadi bicara inflasi itu bicara tentang isi dapur masyarakat kecil,” tegasnya.
Karena itu, ia menilai Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) memiliki tanggung jawab memastikan harga kebutuhan pokok tetap terkendali dan pasokan tetap tersedia.
“TPID ini bukan hanya tim koordinasi buat gagah-gagahan. TPID punya tanggung jawab moral, karena inflasi itu menyangkut ongkos hidup masyarakat kecil. Jadi jangan main-main,” katanya.
Christian mengungkapkan, Pemerintah Kota Kupang telah menyiapkan penyelenggaraan pasar murah di 27 titik yang tersebar di berbagai wilayah kota. Tahap awal dilaksanakan di tiga lokasi dengan memastikan stok bahan pokok mencukupi sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Ia juga mengimbau warga agar berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan yang berpotensi memicu kelangkaan maupun kenaikan harga.
“Kita tidak boleh lengah, tapi juga jangan panic buying. Jangan karena takut sesuatu terjadi, lalu kita beli beras banyak-banyak, minyak goreng ditimbun. Ambil sesuai kebutuhan saja,” pesannya.
Untuk meningkatkan ketepatan sasaran dan ketertiban distribusi, pemerintah menerapkan sistem pendataan menggunakan fotokopi KTP dan barcode dalam proses pembelian. Menurut Christian, pemanfaatan teknologi menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Sekarang dunia sudah berubah, serba cepat dan serba digital. Kalau dunia sudah berubah ke arah digital, kita juga harus menyesuaikan diri. Karena kita tidak bisa mengubah arah angin, tapi kita bisa mengubah arah layar kita,” ujarnya.
Selain membahas stabilitas harga, Christian juga mengajak masyarakat terus menjaga kerukunan antarumat beragama sebagai modal utama pembangunan. Ia menilai keberhasilan Kota Kupang masuk dalam jajaran 10 Kota Toleran di Indonesia harus dipertahankan melalui semangat kebersamaan.
“Kalau kita mau jalan cepat, kita bisa jalan sendiri. Tapi kalau mau jalan jauh, kita harus jalan bersama-sama. Kota Kupang ini kita bangun untuk jangka panjang, jadi semua harus berjalan bersama,” katanya.
Di akhir sambutannya, Wali Kota menegaskan orientasi Pemerintah Kota Kupang selama lima tahun ke depan adalah menghadirkan pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat.
“Lima tahun ke depan, Pemerintah Kota Kupang bukan lagi berperan sebagai orang yang memerintah, tetapi sebagai orang yang melayani masyarakat,” tegasnya.
Pasar Murah Bersubsidi tersebut diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat, mengendalikan laju inflasi, serta memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia dengan harga yang terjangkau bagi warga Kota Kupang selama Ramadan. (Lid)