GULIR UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Kepala Bursa Efek Indonesia Nusa Tenggara Timur, Adevi Sabath

Investor Pasar Modal Kupang Tembus 25.918 SID, Saham Jadi Pilihan Utama

IDETORIAL.com, Kupang — Kota Kupang menjadi salah satu pusat pertumbuhan investor pasar modal di Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan 25.918 Single Investor Identification (SID) tercatat hingga 31 Agustus 2026. Dari jumlah tersebut, 18.454 investor atau sekitar 71 persen berinvestasi pada instrumen saham.

Tingginya minat terhadap saham menjadi karakteristik tersendiri investor pasar modal di Kota Kupang. Pola tersebut berbeda dengan sejumlah wilayah lain di NTT, seperti Flores, Sumba, Rote, dan Sabu, yang lebih banyak menempatkan investasi pada obligasi dan reksa dana.

Data tersebut berada dalam tren pertumbuhan pasar modal NTT yang semakin cepat. Hingga Juni 2026, jumlah investor pasar modal di NTT mencapai 241.143 SID, bertambah 97.775 investor dibandingkan posisi 2025.

Pertumbuhan itu mencapai 68,2 persen hanya dalam enam bulan. Angka tersebut menjadi lonjakan terbesar dalam lima tahun terakhir, setelah sebelumnya pertumbuhan investor NTT berada di kisaran 30-36 persen per tahun.

Dalam lima tahun terakhir, jumlah investor pasar modal NTT meningkat dari 35.761 SID menjadi 241.143 SID. Artinya, jumlah investor bertambah sekitar 6,7 kali lipat atau meningkat 574 persen.

BEI NTT Apresiasi GI Berprestasi, Tiga Juara Utama Dikirim ke Jakarta

“Dari 2025 ke Juni 2026 kami mengalami penambahan 97.775. Secara persentase sampai Juni sudah naik 68,2 persen. Sebelumnya biasanya relatif tiap tahun kita naik sekitar 30-36 persen,” kata Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Nusa Tenggara Timur, Adevi Sabath, Kamis, 1 Oktober 2026.

Pertumbuhan investor juga diikuti perluasan infrastruktur edukasi pasar modal. Hingga saat ini terdapat 23 galeri investasi di NTT, termasuk empat galeri investasi edukasi yang baru ditambahkan di Pulau Flores.

Khusus di Kota Kupang, terdapat 11 galeri investasi yang berada di perguruan tinggi dan tiga galeri investasi pada jenjang pendidikan menengah. Keberadaan galeri tersebut menjadi salah satu sarana untuk memperluas edukasi dan literasi pasar modal kepada masyarakat, terutama kalangan pelajar dan mahasiswa.

Dari sisi profil investor di Kota Kupang, karyawan swasta menjadi kelompok terbesar, disusul pelajar dan mahasiswa. Kelompok investor lainnya, seperti ibu rumah tangga serta anggota TNI dan Polri, masih dalam proses pemutakhiran dan pengolahan data.

“Perkembangan ini, menunjukkan semakin beragamnya masyarakat yang masuk ke pasar modal. Namun, peningkatan jumlah investor juga perlu diimbangi pemahaman, mengenai karakter setiap instrumen, potensi keuntungan, serta risiko investasi,”tutup Adevi.

BEI Perluas Pilihan Investasi Lewat ETF Emas Berbasis Emas Fisik

(Lidia)

error: Konten ini dilindungi !!
× Advertisement
× Advertisement