IDETORIAL.com, Kupang – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Kupang membekali anggotanya dengan literasi keuangan rumah tangga, untuk memperkuat kemampuan mengelola pendapatan, menghadapi gaya hidup konsumtif, serta mewaspadai pinjaman online dan risiko transaksi digital.
Pelatihan Literasi Keuangan Rumah Tangga tersebut merupakan Program Kerja Bidang Ekonomi DWP Kota Kupang Tahun 2026 dan diikuti 60 pengurus serta anggota DWP dari unsur dinas, badan, bagian dan kecamatan di lingkungan Pemerintah Kota Kupang.
Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry Pelt, yang membuka kegiatan tersebut mengatakan literasi keuangan menjadi bekal penting bagi keluarga di tengah semakin mudahnya akses terhadap berbagai layanan keuangan dan transaksi digital.
Menurut Jeffry, kemampuan mengelola keuangan tidak hanya berkaitan dengan berhemat, tetapi juga menentukan prioritas penggunaan pendapatan, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menyiapkan tabungan untuk kebutuhan masa depan.
“Literasi keuangan sangat penting agar kita bisa menghargai uang, mengelola pengeluaran dengan bijak, dan memilih mana yang dibutuhkan dan mana yang diinginkan. Jangan sampai karena tuntutan gaya hidup, kita kemudian terjebak dalam pinjaman online yang dapat mengganggu kondisi ekonomi dan kehidupan keluarga,” ujarnya, Senin, 28 September 2026.
Jeffry juga mendorong anggota DWP membangun kebiasaan menabung, terutama untuk kebutuhan pendidikan anak dan kesehatan keluarga. Ia mengingatkan kemudahan transaksi digital harus diikuti dengan kehati-hatian untuk mencegah penipuan dan penyalahgunaan layanan keuangan.
“Yang kita perlukan bukan sekadar berhemat, tetapi bijak dalam menggunakan uang. Kita perlu memiliki perencanaan, memiliki saving untuk pendidikan anak dan kesehatan, serta mampu mengelola keuangan keluarga dengan baik,” katanya.
Pengurus DWP Kota Kupang, Meilan Sibuea, mengatakan kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas anggota, dalam merencanakan dan mengelola keuangan keluarga.
Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis dalam pengelolaan keuangan rumah tangga sehingga perlu memiliki pemahaman yang baik mengenai kebutuhan, keinginan, tabungan dan perencanaan keuangan.
Meilan mengatakan perkembangan digitalisasi telah membuat transaksi keuangan semakin mudah, tetapi pada saat yang sama menghadirkan risiko baru, seperti penipuan daring dan kejahatan siber. Karena itu, anggota DWP perlu dibekali pengetahuan praktis agar mampu mengambil keputusan finansial secara cerdas, mandiri dan bertanggung jawab.
“Harapannya, pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk memperkuat ketahanan finansial dan kesejahteraan keluarga,” tutup Meilan.
(Lidia)