IDETORIAL.com, Kupang – Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) sebesar 2,62 persen pada April 2026, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 110,89. Angka ini menunjukkan tekanan inflasi yang relatif terkendali dibandingkan awal tahun, meskipun kenaikan harga masih terjadi di sebagian besar kelompok pengeluaran.
Dalam rilis Badan Pusat Statistik (BPS), Selasa, 5 Mei 2026, inflasi tertinggi terjadi di Waingapu sebesar 3,49 persen dengan IHK 112,91, sedangkan inflasi terendah tercatat di Kabupaten Ngada sebesar 2,03 persen dengan IHK 110,38.
Secara umum, inflasi y-on-y April 2026 dipicu oleh kenaikan harga pada 10 dari 11 kelompok pengeluaran. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat kenaikan tertinggi sebesar 16,39 persen. Selain itu, kelompok transportasi juga mengalami kenaikan cukup signifikan sebesar 3,45 persen, diikuti kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,36 persen.
Kenaikan juga terjadi pada kelompok kesehatan sebesar 1,68 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,18 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,06 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,77 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,52 persen; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,42 persen; serta kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,14 persen.
Sementara itu, satu-satunya kelompok yang mengalami penurunan indeks harga adalah kelompok pendidikan, yang turun sebesar 2,25 persen pada April 2026.
Selain secara tahunan, NTT juga mengalami inflasi bulanan (month-to-month/m-to-m) sebesar 0,43 persen pada April 2026. Secara kumulatif, inflasi tahun kalender (year-to-date/y-to-d) hingga April 2026 tercatat sebesar 1,79 persen.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa tekanan inflasi di NTT masih dipengaruhi oleh kenaikan harga pada sektor jasa dan transportasi, di tengah stabilitas harga pada beberapa kelompok lainnya. Upaya pengendalian inflasi melalui stabilisasi pasokan dan harga diharapkan terus diperkuat guna menjaga daya beli masyarakat.