GULIR UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Media Gathering OJK NTT-Jurnalis

Belajar dari Bali, NTT Genjot Ekonomi Lewat Kakao Terpadu dan Pertanian Berkelanjutan

IDETORIAL.com, Tabanan – Inovasi ekonomi model usaha kakao organik terpadu dan praktik pertanian berkelanjutan oleh kelompok tani yang diterapkan di Bali, menjadi dua pendekatan pengembangan ekonomi yang dinilai potensial untuk direplikasikan atau diterapkan di Nusa Tenggara Timur (NTT)

Hal ini menjadi tujuan Media Gathering semester I Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTT bersama para jurnalis dari berbagai platform media ke provinsi Bali, Selasa, 26-27 April 2026.

Kepala OJK NTT,  Yan Jimmy Hendrik Simarmata, mengatakan, dari dua lokasi pengembangan ekonomi di Provinsi Bali ini, memungkinkan nantinya menjadi wawasan dan referensi baru di NTT, sebagai adopsi atau dapat diimplementasikan, guna dapat meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian di NTT.

“Meski nantinya ada perbedaan kondisi, iklim, dan lain – lain, namun ini menjadi wawasan yang dapat diadopsi yang nantinya turut meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian NTT,”tutur Yan

Harapannya kedepan, dengan pengetahuan, wawasan serta adaptasi yang tepat, inovasi dari Bali diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif di NTT.

Sidang Komisi Etik Brigpol YM di PTDH

Kunjungan edukatif dan factory visit ke CAU Chocolate di Kecamatan Marga Kabupaten Tabanan, menjadi salah satu percontohan pengembangan ekonomi daerah, dari proses pembudidayaan kakao hingga ke tahapan produksi menjadi coklat.

Dilahan seluas 1,3 hektare, CAU Coklat menjadi satu – satunya perusahaan yang didirikan oleh putra asli daerah setempat, dari proses budidaya, pemeliharaan , pasca panen untuk menghasilkan biji kakao premium hingga menjadi produk yang siap dipasarkan.

CAU Coklat juga menjadi perusahaan coklat organik Indonesia terkemuka, yang mampu menarik pasar global, sekaligus membangun ekosistem berkelanjutan dengan memberdayakan masyarakat atau petani lokal, guna memperkuat rantai pasok sekaligus menjadi peluang usaha bagi masyarakat setempat.

“CAU Coklat turut melibatkan dan memberdayakan petani lokal dan masyarakat setempat, agar pada akhirnya para petani juga lebih termotivasi untuk terus meningkatkan kualitas kakao yang dihasilkan,”jelas Asisten General Manager CAU Coklat, Made Budiana.

Di lokasi lain yang menjadi salah satu percontohan pengembangan ekonomi daerah, yakni kunjungan ke Subak Bengkel, di Desa Bengkel Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, menjadi salah satu usaha sistem agribisnis berkelanjutan berbasis kearifan lokal yang mengusung konsep Tri Hita Karana, hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia dan manusia dengan alam/lingkungan.

Wali Kota Tuntut Loyalitas Saat Lantik 170 Pejabat Baru Pemkot Kupang

Dengan mengandeng lembaga pendukung yakni pemerintah pusat, daerah, provinsi, desa, BUMN, BUMD atau swasta dalam pendampingan atau bantuan sarana prasarana.pola pengelola Subak Bengkel, melibatkan sebanyak 500an petani setempat dengan luasan sawah 335 hektare dengan sejumlah unit usaha seperti pengadaan pupuk, penggilingan padi dan unit usaha lainnya.

Tidak hanya itu, inovasi hebat lainnya yang dihasilkan kelompok tani di Subak Bengkel yakni mampu menciptakan irigasi dengan swadaya untuk mengairi 335ha persawahannya, dan membawa Subak Bengkel mendapat pengakuan international dari UNESCO, sebagai salah satu Ecohydrology Demonstration Sites yang memiliki potensi besar, karena sistem irigasi yang baik sebagai lumbung padi utama di provinsi Bali.

“Subak Bengkel dengan luasan lahan 335ha, tetap bertahan sebagai lahan pertanian, meskipun banyak tekanan alih fungsi lahan karena pariwisata, dan kami konsisten menjaga produksi pertanian dari hulu ke hilir dengan inovasi yang ada,”jelas Pengelola Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Subak Bengkel, Pande Putu Widia Paramata.

Pendekatan pengembangan ekonomi ini dinilai potensial, termasuk praktik pertanian berkelanjutan yang diterapkan di Bali, relevan dengan kondisi geografis NTT yang rentan terhadap perubahan iklim. Teknik budidaya ramah lingkungan, efisiensi penggunaan air, serta pengelolaan lahan yang terintegrasi menjadi kunci keberhasilan sistem tersebut.

Media Gathering OJK NTT semester I Tahun 2026 di Pulau Bali mengusung tema “Beyond Headlines, See More, Know More, Share Batter!” (Lebih dari Sekadar Berita Utama, Lihat Lebih Banyak, Ketahui Lebih Banyak, lalu Bagikan dengan Lebih Baik!” turut didampingi Assisten Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Perlindungan Konsumen, dan LMS OJK Provinsi NTT, Polantoro. Manager Madya Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Perlindungan Konsumen, dan LMS OJK Provinsi NTT, Donna Bella Permata Rissi. (*)

Wali Kota Kupang Tekankan Nilai Persatuan dan Harmoni pada Lomba Baris-Berbaris Tingkat Provinsi NTT

error: Konten ini dilindungi !!
× Advertisement
× Advertisement