IDETORIAL.com, Adonara – Upaya pemulihan pascakonflik sosial di Kecamatan Adonara Barat, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) memasuki babak baru.
Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meresmikan 52 unit hunian tetap (huntap) dan dua unit sumur bor sebagai bagian dari rehabilitasi dan rekonstruksi bagi masyarakat terdampak konflik.
Sebanyak 52 unit hunian tetap yang dibangun di Desa Bugalima diserahkan secara simbolis kepada warga terdampak. Selain itu, dua unit sumur bor juga diresmikan untuk menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat yang kembali menata kehidupan setelah konflik.
Kepala BNPB Suharyanto, Sabtu, 18 Juli 2026 menegaskan, pembangunan hunian tetap dan penyediaan sarana air bersih bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan bagian dari komitmen pemerintah untuk memulihkan kehidupan masyarakat secara menyeluruh.
“Peresmian ini adalah simbol komitmen dan sinergi pemerintah pusat dan daerah untuk memulihkan kehidupan sosial, ekonomi, dan fisik masyarakat pascakonflik,”kata Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto di Kantor Kecamatan Adonara Barat saat peresmian.
Dirinya berharap bantuan ini dapat langsung dimanfaatkan untuk mendukung pemulihan warga terdampak. “Besar harapan saya masyarakat Adonara Barat, dapat semakin kuat, rukun, dan produktif dalam membangun daerahnya,” tambah Suharyanto.
Momentum peresmian juga diwarnai dengan ikrar damai, serta pertukaran cinderamata berupa sarung antara tokoh masyarakat Ilepati dan Bugalima, sebagai simbol rekonsiliasi dan komitmen menjaga keharmonisan di tengah masyarakat.
Selain infrastruktur dasar, BNPB turut menyalurkan bantuan logistik kepada 52 kepala keluarga penerima manfaat. Bantuan tersebut meliputi paket sembako, kasur lipat, selimut, matras, perlengkapan dapur beserta kompor minyak, hygiene kit, serta paket makanan ringan untuk anak-anak guna mendukung kebutuhan dasar warga yang menempati hunian baru.
Usai peresmian, Kepala BNPB bersama rombongan meninjau langsung kawasan hunian tetap dan fasilitas sumur bor di Desa Bugalima untuk memastikan seluruh sarana telah siap digunakan oleh masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Flores Timur mengapresiasi dukungan pemerintah pusat melalui BNPB dalam mempercepat proses pemulihan pascakonflik sosial di Adonara Barat.
Kehadiran hunian tetap dan akses air bersih dinilai menjadi penanda dimulainya fase baru bagi masyarakat untuk bangkit, membangun kembali kehidupan, serta memperkuat perdamaian yang telah disepakati bersama.(Lid)