IDETORIAL.com, Kupang — Sebanyak 105 calon taruna-taruni (catar) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Maritim Nusantara Kupang mengikuti long march untuk menguji ketahanan fisik dan mental sekaligus membentuk karakter, kedisiplinan, serta jiwa korsa sebagai bekal menjadi pelaut tangguh.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari persiapan pelantikan taruna-taruni angkatan V yang direncanakan berlangsung pada November 2026.
Kegiatan yang berlangsung Jumat, 23 Oktober 2026 itu diikuti peserta didik tingkat I. Mereka berjalan dari gedung SMK Maritim Nusantara di Jalan Nusantara, Kelurahan Liliba, menuju Jalan Frans Seda, dilanjutkan ke Jalan Ina Bo’i, hingga berakhir di Pantai Pasir Panjang.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kepala SMK Maritim Nusantara Kupang, Jesica S. Sodakain, bersama para guru dan staf sekolah yang mendampingi peserta selama perjalanan.
Ketua Panitia Kegiatan, Dona Maria Suhartina, mengatakan long march merupakan agenda rutin tahunan yang dirancang untuk membentuk karakter calon taruna-taruni sebelum dilantik. Pembinaan ini tidak hanya berorientasi pada kemampuan fisik, tetapi juga melatih kesiapan mental peserta dalam menghadapi tantangan selama menempuh pendidikan maritim.
Menurut Dona, perjalanan tersebut menjadi sarana menanamkan disiplin, jiwa korsa, kepemimpinan, solidaritas, tanggung jawab, serta sikap pantang menyerah. Nilai-nilai itu dinilai penting bagi peserta didik yang dipersiapkan untuk memasuki dunia maritim, termasuk menghadapi tuntutan kedisiplinan dan keselamatan kerja.
“Sebelum melaksanakan kegiatan ini, kami melakukan beberapa persiapan, seperti pemeriksaan kesehatan, pengarahan dan pemanasan, serta persiapan fisik dan perlengkapan yang dibutuhkan,” katanya.
Persiapan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan peserta siap mengikuti kegiatan. Dalam pelaksanaan long march, calon taruna-taruni dituntut menjaga kekompakan, mengikuti arahan pendamping, mengatur tenaga, serta memperhatikan keselamatan selama perjalanan. Pendampingan guru dan staf juga diperlukan untuk memantau kondisi peserta sepanjang kegiatan.
Pembinaan melalui long march tidak semata-mata mengukur kemampuan peserta menyelesaikan perjalanan, tetapi juga mengajarkan arti kerja sama dan tanggung jawab dalam kelompok. Setiap peserta perlu menjaga ritme perjalanan, saling mendukung, serta mengutamakan keselamatan agar seluruh rombongan dapat mencapai tujuan bersama.
Setibanya di Pantai Pasir Panjang, para calon taruna-taruni tidak langsung mengakhiri kegiatan. Mereka juga melakukan aksi bersih-bersih pantai sebagai bentuk pembelajaran kepedulian terhadap lingkungan, terutama kebersihan kawasan pesisir.
Kegiatan tersebut memperluas pembinaan karakter yang diberikan sekolah. Selain membangun ketahanan fisik dan mental, peserta didik diajak memahami bahwa calon tenaga profesional di bidang maritim juga perlu memiliki kepedulian terhadap lingkungan tempat mereka belajar dan kelak bekerja.
Dona berharap, melalui kegiatan tersebut, para calon taruna-taruni semakin memahami pentingnya kedisiplinan, keselamatan, kerja sama, solidaritas, dan sikap pantang menyerah dalam menjalani pendidikan. Pembentukan karakter itu diharapkan menjadi bekal ketika mereka mengikuti pelantikan maupun menapaki masa depan di bidang maritim.
Dukungan terhadap pilihan pendidikan di bidang maritim juga datang dari keluarga peserta didik. Salah satunya keluarga Terru, yang mendukung Miracle Terru, anak bungsu perempuan mereka, menempuh pendidikan di SMK Maritim Nusantara Kupang.
Keluarga mengaku senang karena Miracle memilih sekolah tersebut atas keinginannya sendiri dan mendapat dukungan penuh dari keluarga. Mereka berharap pendidikan yang dijalaninya dapat membentuk Miracle menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, dan fokus dalam meraih cita-cita.
“Raihlah cita-citamu setinggi langit. Bersusah-susahlah dahulu, baru bersenang kemudian,” demikian pesan Inggrid Sisilia Terru pada Miracle
Melalui long march, aksi peduli lingkungan, dan pembinaan karakter, SMK Maritim Nusantara Kupang berupaya mempersiapkan 105 calon taruna-taruni agar tidak hanya siap mengikuti pelantikan angkatan V, tetapi juga memiliki ketahanan mental, kedisiplinan, jiwa korsa, serta tanggung jawab sebagai bekal menghadapi tantangan pendidikan dan dunia kerja di sektor maritim.
(Lidia)