IDETORIAL.com, Jakarta — Sebanyak 332 siswa dan mahasiswa dari 10 kota di Indonesia menyelesaikan Program Beasiswa English Access yang didukung Kantor Misi Amerika Serikat (AS) di Indonesia melalui Regional English Language Office (RELO) Kedutaan Besar AS.
Program tersebut memberikan pelatihan bahasa Inggris selama 360 jam dalam kurun waktu dua tahun kepada pelajar sekolah menengah atas dan mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. Peserta berasal dari Ambon, Balikpapan, Batam, Jakarta, Kendari, Medan, Malang, Padang, Surabaya, dan Yogyakarta.
Program English Access dirancang untuk membekali peserta dengan kemampuan bahasa Inggris praktis yang dapat menunjang akses mereka terhadap pendidikan tinggi, beasiswa, maupun berbagai kesempatan pertukaran internasional.
Peserta menjalani tes kemampuan bahasa Inggris pada awal program untuk memetakan kemampuan mereka, kemudian mengikuti pembelajaran selama empat semester dengan metode hibrida. Pembelajaran menggabungkan kegiatan tatap muka dan sesi daring yang menghubungkan peserta dari berbagai daerah.
Selain kemampuan bahasa Inggris, program tersebut mencakup materi pemahaman lintas budaya dan kepemimpinan. Peserta juga mengikuti berbagai kegiatan pendukung, seperti pengenalan kebudayaan Amerika, English Camp, dan permainan edukatif.
Juru Bicara Kedutaan Besar AS Jamie Ravetz, dalam rilis tertulis, Rabu, 30 September 2026 mengatakan, investasi terhadap peserta program merupakan bagian dari upaya mempersiapkan generasi muda untuk berkontribusi di masa depan.
“Berinvestasi pada para siswa ini hari ini berarti berinvestasi pada ruang kelas Indonesia di masa depan,” ujar Jamie.
Menurut dia, selama lebih dari dua dekade program English Access telah membuka akses bagi ribuan anak muda Indonesia terhadap berbagai peluang pendidikan dan hubungan dengan Amerika Serikat.
Program English Access secara global telah berjalan sejak 2004 dan mencatat lebih dari 200.000 lulusan di 85 negara. Di Indonesia, program tersebut telah didukung Kantor Misi AS sejak 2007.
Dengan kelulusan 332 peserta terbaru, program English Access di Indonesia telah meluluskan hampir 4.000 siswa dari 37 kota.
“Selama lebih dari 20 tahun, program Beasiswa English Access telah menghubungkan ribuan anak muda Indonesia dengan berbagai peluang baru dan Amerika Serikat,” ujar Jamie.
Program tersebut dikelola Indonesian International Education Foundation (IIEF) dan dilaksanakan bersama universitas-universitas mitra di 10 kota, yakni Ambon, Balikpapan, Batam, Jakarta, Kendari, Medan, Malang, Padang, Surabaya, dan Yogyakarta.
Program English Access menjadi salah satu bentuk kerja sama pendidikan Amerika Serikat dan Indonesia untuk memperkuat kemampuan bahasa Inggris, kepemimpinan, serta pemahaman lintas budaya generasi muda Indonesia.
Keterampilan tersebut diarahkan untuk membantu peserta menghadapi kebutuhan pendidikan dan dunia kerja yang semakin terhubung dengan lingkungan global, sekaligus memperluas hubungan antarmasyarakat kedua negara.
(Lidia)