GULIR UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Pelantikan pengurus Forum Komunikasi Pejuang Timor Timur (FKPTT) periode 2025-2030

Pelantikan Pengurus FKPTT, Momentum Perkuat Perjuangan dan Kesejahteraan Warga Eks-Timor Timur

IDETORIAL.com, Kupang – Pelantikan pengurus Forum Komunikasi Pejuang Timor Timur (FKPTT) periode 2025-2020, Selasa, 20 Oktober 2026 menjadi momentum memperkuat konsolidasi organisasi, sekaligus melanjutkan perjuangan memperhatikan aspirasi dan kesejahteraan warga eks-Timor Timur di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan secara keseluruhan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Ketua Umum FKPTT, Eurico Guterres, menegaskan bahwa organisasi tersebut merupakan wadah kemasyarakatan bagi mantan pejuang integrasi Timor Timur. Karena itu, penguatan kepengurusan harus diikuti dengan kerja nyata untuk memperjuangkan kepentingan anggota, keluarga pejuang, dan generasi penerus.

Dalam sambutannya, Eurico menjelaskan bahwa FKPTT memiliki kedudukan yang sama di mata hukum dengan organisasi kemasyarakatan lainnya di Indonesia. Perbedaan FKPTT terletak pada latar belakang sejarah dan pengalaman para anggotanya dalam perjuangan integrasi Timor Timur.

“Forum Komunikasi Pejuang Timor Timur adalah organisasi kemasyarakatan, sama dengan organisasi-organisasi lain yang ada di Indonesia. Hanya memang sedikit berbeda karena sejarahnya. Tetapi secara hukum, kita sama,” kata Eurico.

Ia menjelaskan, FKPTT merupakan transformasi dari kelompok pejuang integrasi Timor Timur yang sekitar 27 tahun lalu berjuang mempertahankan wilayah tersebut agar tetap menjadi bagian dari Indonesia.

Telkomsel Perluas Pemanfaatan AI Lokal Tuai Apresiasi Kemkomdigi

Eurico mengakui perjalanan sejarah para pejuang integrasi tidak terlepas dari berbagai penilaian dan stigma terkait konflik serta kekerasan pada masa lalu. Ia juga menceritakan pengalaman pribadinya yang pernah menjalani hukuman penjara selama 10 tahun di Cipinang, yang menurutnya berkaitan dengan pertanggungjawaban atas tindakan kelompok pejuang integrasi di sejumlah wilayah Timor Timur.

Pengalaman tersebut, menurut Eurico, merupakan bagian dari konsekuensi pilihan politik pada masa itu. Namun, keberadaan FKPTT saat ini perlu dilihat dalam konteks perannya sebagai organisasi kemasyarakatan yang menjadi wadah komunikasi dan perjuangan bagi anggotanya.

Karena itu, pelantikan pengurus tidak semestinya berhenti pada pengesahan struktur organisasi. Momentum ini perlu dimanfaatkan untuk memperkuat kepemimpinan, membangun koordinasi antarpengurus, serta menyusun program kerja yang menjawab persoalan masyarakat.

Pandangan tersebut sejalan dengan penekanan Ketua Harian FKPTT, Felisberto Amaral, yang menyebut penguatan organisasi sebagai kebutuhan penting agar FKPTT dapat menjalankan tanggung jawab terhadap warga eks-Timor Timur di berbagai daerah.

Felisberto menjelaskan, Kongres Pertama FKPTT pada 2025 menjadi dasar penataan organisasi dan penyusunan komposisi kepengurusan. Hasil kongres tersebut menjadi pijakan bagi pengurus untuk melanjutkan kerja organisasi sesuai ketentuan yang telah disepakati.

FKPTT Desak Pemerintah Prabowo Tuntaskan Janji Rumah Layak Huni dan Perhatikan Hak Veteran

Menurutnya, FKPTT masih tergolong organisasi muda sehingga membutuhkan konsolidasi dan kepemimpinan yang solid agar mampu memperjuangkan kepentingan anggota secara lebih efektif.

Salah satu perhatian organisasi adalah kondisi warga eks-Timor Timur yang memilih tetap menjadi bagian dari Indonesia setelah perubahan politik pada masa lalu. Mereka bersama keluarga dan anak-anaknya kini tersebar di berbagai wilayah sehingga membutuhkan perhatian terhadap persoalan sosial, kesejahteraan, pendidikan, dan masa depan generasi penerus.

“Kepengurusan yang sudah terbentuk harus mampu melanjutkan konsolidasi dan menerjemahkannya ke dalam program kerja yang bermanfaat bagi anggota,”harap Felisberto.

FKPTT diharapkan dapat menjadi saluran aspirasi yang tidak hanya mengidentifikasi persoalan anggota, tetapi juga membangun komunikasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan untuk mendorong penyelesaian masalah.

Dengan kepengurusan yang baru, FKPTT diharapkan mampu menerjemahkan mandat organisasi menjadi program konkret dan terukur. Keberhasilan kepengurusan pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh terbentuknya struktur organisasi, tetapi juga oleh kemampuannya memperjuangkan aspirasi anggota, memperhatikan kesejahteraan keluarga pejuang, serta membuka peluang yang lebih baik bagi generasi muda eks-Timor Timur.

Hadiri Pelantikan DPP FKPTT, Wawali Kupang Siapkan Kolaborasi UMKM dan Kesehatan

(Lidia)

error: Konten ini dilindungi !!
× Advertisement
× Advertisement