IDETORIAL.com, Kupang – Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis membuka peluang kolaborasi dengan Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunikasi Pejuang Timor Timur (DPP FKPTT) untuk memperkuat pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta memperluas akses layanan kesehatan bagi perempuan dan anak.
Hal itu disampaikan Serena saat menghadiri pelantikan pengurus DPP FKPTT di Kota Kupang, Selasa, 20 Oktober 2026. Ia menegaskan, pemerintah kota memberi perhatian terhadap kesejahteraan warga eks-Timor Timur yang memilih tetap menjadi bagian dari Indonesia dan kini menetap di Kota Kupang.
Menurut Serena, perhatian terhadap kelompok masyarakat tersebut perlu diwujudkan melalui program konkret dan kolaborasi yang berkelanjutan, terutama di bidang ekonomi dan kesehatan.
Dalam pemberdayaan ekonomi, Pemkot Kupang akan meminta data pelaku UMKM dari anggota FKPTT untuk mengidentifikasi usaha yang dapat dikembangkan sekaligus membuka akses pemasaran melalui program pemerintah.
“Untuk kolaborasi bersama FKPTT, kami juga akan meminta data UMKM yang sudah tersedia dari anggota-anggota. Kami akan mengundang mereka untuk memasarkan produk di Saboak dan juga pasar-pasar UMKM serta festival-festival yang sudah dan akan hadir di Kota Kupang,” kata Serena.
Ia menjelaskan, sejak awal kepemimpinannya bersama Wali Kota Kupang Christian Widodo, pemerintah telah memperkuat program pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis UMKM. Saboak menjadi salah satu ruang yang dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan dan memasarkan produk lokal.
Melalui kerja sama dengan FKPTT, pemerintah berharap pelaku usaha dari kalangan eks-Timor Timur mendapat kesempatan lebih luas untuk memasarkan produk, memperluas jaringan konsumen, dan meningkatkan pendapatan keluarga.
Selain ekonomi, Serena menyebut bidang kesehatan perempuan dan anak sebagai bagian lain yang berpotensi dikolaborasikan dengan FKPTT.
Pemkot Kupang telah menjalankan sejumlah program kesehatan, termasuk pemeriksaan kesehatan gratis dan skrining kanker payudara. Program tersebut dapat disinergikan dengan kebutuhan anggota FKPTT melalui pendataan dan penentuan sasaran yang lebih terarah.
“Kami akan berkolaborasi untuk bisa menargetkan secara khusus. Ketika data itu sudah bisa kami kolaborasikan dan ada targetnya, program-program ini bisa menjangkau masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Serena berharap kolaborasi tersebut tidak berhenti pada pertemuan atau pelantikan organisasi, tetapi berlanjut dalam program yang terukur dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Dengan pendataan UMKM dan pemetaan kebutuhan kesehatan, Pemkot Kupang dan FKPTT diharapkan dapat membangun kerja sama yang memperkuat kemandirian ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga eks-Timor Timur di Kota Kupang.
(Lidia)